MAJALENGKA - Bupati Majalengka Eman Suherman meminta penguatan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Deteksi dini hingga tingkat kecamatan dan desa dinilai penting agar persoalan di masyarakat dapat segera ditangani.
Penekanan itu disampaikan Eman dalam Rapat Pimpinan Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Gedung Yudha Karya Abdi Negara, lingkungan Pendopo Kabupaten Majalengka, Selasa (20/10).
Baca juga: Eman Tekankan Pengawasan Tambang Ilegal, Potensi Timbulkan Kerusakan
Eman mengatakan, pemerintah daerah, Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), dan para camat perlu bersinergi menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah.
“Menjaga kondusivitas wilayah merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, OPD, dan para camat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan serta memastikan situasi di Kabupaten Majalengka tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Sejumlah potensi gangguan yang menjadi perhatian meliputi konflik sosial, tindak kriminalitas, serta penyebaran informasi yang dapat memicu keresahan masyarakat.
Baca juga: Forkopimda Gelar Night Ride, Gaungkan Semangat Jogo Suroboyo
Untuk memperkuat deteksi dini, koordinasi dan komunikasi perlu dilakukan hingga tingkat kecamatan dan desa.
Upaya tersebut juga dapat didukung patroli terpadu, optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.
Baca juga: Wujud Sinergi Forkopimcam dan Pemdes, GEBER JUMAT Gaungkan Budaya Hidup Bersih
Melalui koordinasi tersebut, setiap potensi gangguan diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan bisa segera dilakukan.
Rapat itu turut dihadiri Ketua DPRD Majalengka Didi Supriadi, Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, perwakilan TNI, Polri, Kejaksaan Negeri Majalengka, Pengadilan Negeri Majalengka, Sekretaris Daerah, jajaran OPD, serta camat se-Kabupaten Majalengka.
Editor : Redaksi