Bukan Sekadar Menelepon, Wartelsuspas Bantu Jaga Psikologis Warga Binaan

Reporter : Anil Rachman
Wartelsuspas untuk warga binaan Rutan Surabaya

SIDOARJO – Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya, ada kerinduan yang tak selalu bisa disampaikan secara langsung. Kerinduan kepada orang tua, pasangan, anak, dan keluarga menjadi bagian dari perjalanan warga binaan selama menjalani masa penahanan.

Untuk menjaga hubungan tersebut tetap terjalin, Rutan Kelas I Surabaya menyediakan fasilitas Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas). Layanan komunikasi resmi ini memungkinkan warga binaan menghubungi keluarga melalui panggilan suara maupun video dengan mekanisme yang telah ditetapkan.

Baca juga: Ombudsman Datang ke Rutan Surabaya, Pastikan Pelayanan Berjalan Transparan

Fasilitas tersebut bukan sekadar sarana untuk bertukar kabar. Komunikasi dengan keluarga diharapkan dapat membantu warga binaan menjaga kondisi psikologis sekaligus memberikan dukungan emosional selama menjalani proses pembinaan.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengatakan bahwa hubungan dengan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung kondisi psikologis warga binaan.

“Sarana komunikasi tersebut dapat memengaruhi psikologi warga binaan selama pembinaan. Harapannya, dengan tersedianya sarana komunikasi tersebut, psikologi warga binaan tetap terjaga baik selama menjalani proses pembinaan,” kata Tristiantoro, Sabtu (24/10).

Penggunaan Wartelsuspas menerapkan sistem voucher yang dapat dibeli melalui koperasi rutan. Voucher tersebut berisi deposit atau durasi komunikasi yang dapat digunakan warga binaan untuk mengakses perangkat telepon yang telah disediakan di ruang khusus.

Setelah memasukkan kode voucher dan melalui proses verifikasi, warga binaan dapat melakukan panggilan ke nomor tujuan yang telah didaftarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Rutan Surabaya Bangun Kebersamaan di Blok Chandrapura

Penggunaan fasilitas ini dilakukan secara bergiliran berdasarkan jadwal yang ditetapkan pengelola rutan. Mekanisme tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memanfaatkan layanan komunikasi.

Di sisi lain, penggunaan Wartelsuspas tetap berada dalam pengawasan petugas pemasyarakatan. Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah penyalahgunaan sarana komunikasi untuk aktivitas yang melanggar hukum.

Keberadaan Wartelsuspas juga menjadi salah satu upaya menyediakan akses komunikasi resmi di lingkungan rutan. Dengan adanya fasilitas tersebut, kebutuhan warga binaan untuk berkomunikasi dengan keluarga dapat disalurkan melalui sarana yang telah ditentukan.

Penyediaan layanan komunikasi resmi sekaligus diharapkan dapat menekan potensi penggunaan telepon seluler secara ilegal di dalam blok hunian.

Baca juga: Siswi Al Ibrah Gresik Mengintip Sisi Humanis Rutan Surabaya

Lebih dari sekadar perangkat komunikasi, Wartelsuspas menjadi penghubung antara warga binaan dan kehidupan keluarga yang tetap berjalan di luar tembok rutan. Kabar tentang anak, orang tua, atau pasangan dapat menjadi penguat bagi mereka untuk menjalani masa penahanan dengan lebih baik.

Melalui fasilitas ini, Rutan Kelas I Surabaya berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan kemanusiaan warga binaan, keamanan lingkungan pemasyarakatan, dan keberlangsungan program pembinaan.

Sebab, pembinaan tidak hanya berbicara tentang menjalani masa penahanan, tetapi juga tentang menjaga harapan, memperkuat ikatan keluarga, dan mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru