Diikuti 808 Peserta, JOTA-JOTI 2026 Majalengka Jadi Wadah Pembentukan Karakter Pramuka

JOTA-JOTI 2026 Majalengka
JOTA-JOTI 2026 Majalengka

MAJALENGKA – Sebanyak 808 anggota Gerakan Pramuka dari 60 pangkalan se-Kabupaten Majalengka mengikuti Jamboree On The Air (JOTA) ke-89 dan Jamboree On The Internet (JOTI) ke-47 Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Alun-Alun Majalengka tersebut menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi komunikasi.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, mengatakan tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme anggota Pramuka dalam mengikuti kegiatan kepramukaan yang memanfaatkan teknologi komunikasi melalui radio amatir maupun internet.

Baca Juga: Bupati Eman Tinjau Revitalisasi Sekolah, 179 Satuan Pendidikan Masuk Program

Menurutnya, kegiatan JOTA-JOTI merupakan bagian dari upaya menghadirkan kegiatan kepramukaan yang edukatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan generasi muda.

"Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme anggota Gerakan Pramuka di Kabupaten Majalengka dalam mengikuti kegiatan kepramukaan yang memanfaatkan teknologi komunikasi, baik melalui radio amatir maupun jaringan internet," kata Eman saat membuka kegiatan, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Umar Mar'uf.

Dalam kesempatan tersebut, Eman yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Majalengka berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan mengambil nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Silakan ambil hal terbaik di kegiatan JOTA-JOTI ini. Semoga menjadi peserta yang tertib, menjadi warga negara yang setia, senantiasa diberikan kesehatan, serta menjadi anak yang berbakti kepada keluarga,” pesannya.

Ia menegaskan, JOTA-JOTI tidak sekadar menjadi ajang komunikasi melalui radio amatir dan internet. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, peningkatan wawasan, serta penguatan persaudaraan di kalangan anggota Gerakan Pramuka.

Beragam materi edukatif turut dihadirkan untuk memperkaya pengalaman belajar peserta. Materi tersebut meliputi literasi digital, kreativitas dalam pembuatan konten, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga keterampilan komunikasi dalam situasi darurat.

Baca Juga: Bupati Majalengka Tekankan Tanggung Jawab Anggaran Desa, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendor

Melalui materi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai perkembangan teknologi, tetapi juga didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

Selain itu, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan komunikasi radio dalam kondisi darurat, terutama ketika pasokan listrik terputus atau jaringan komunikasi konvensional mengalami gangguan akibat bencana.

Materi ini memperkenalkan peran radio amatir sebagai sarana alternatif untuk menyampaikan informasi, mendukung koordinasi, dan membantu komunikasi kemanusiaan.

Eman berharap, perpaduan materi dan praktik langsung dalam kegiatan tersebut dapat membentuk anggota Pramuka yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga: Lebih dari Sekedar Seragam Cokelat! Ini Pesan Kepala SMPN 1 Petarukan tentang Pramuka

"Perpaduan antara penyampaian materi dan praktik langsung diharapkan mampu membentuk Pramuka yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, keterampilan komunikasi, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat," tambahnya.

Partisipasi 808 peserta dari 60 pangkalan menjadi capaian positif bagi Kwarcab Gerakan Pramuka Majalengka. Antusiasme tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan kepramukaan dan memperluas keterlibatan generasi muda dalam kegiatan yang mendukung pembentukan karakter, pengembangan kompetensi, serta penguatan kepedulian sosial.

Melalui JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 Tahun 2026, Kwarcab Gerakan Pramuka Majalengka berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, dan persaudaraan.

"Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi Pramuka yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berkarakter kuat, kreatif, komunikatif, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," pungkas Eman.

Editor : Redaksi