SURABAYA – Keterbatasan lahan bukan berarti harus membatasi kecintaan terhadap hewan peliharaan. Di tengah padatnya kawasan perkotaan, ayam kate menjadi salah satu pilihan unggas hias yang menarik perhatian penghobi karena memiliki postur mungil, variasi bulu yang menawan, serta potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari sebuah hobi.
Di Surabaya, ayam kate dinilai cocok dipelihara masyarakat yang ingin menikmati keindahan unggas hias tanpa harus menyediakan lahan seluas yang dibutuhkan untuk ayam berpostur besar. Meski demikian, pemeliharaannya tetap membutuhkan perhatian, terutama dalam menjaga kebersihan kandang, kecukupan pakan, dan kesehatan ayam.
Baca Juga: Ketahanan Keluarga: Memperkokoh Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
Salah satu anggota Komunitas Ayam Kate Surabaya (KATES), Akbar, menjelaskan bahwa prinsip dasar pemeliharaan ayam kate tidak jauh berbeda dengan ayam pada umumnya. Kebersihan lingkungan dan pemantauan kondisi kesehatan menjadi faktor penting untuk mencegah gangguan penyakit.
“Kalau dipelihara asal-asalan, penyakitnya hampir sama seperti ayam kampung. Namun, kami sebagai penghobi biasanya lebih memperhatikan perawatan, kebersihan kandang, dan kondisi ayam,” ujarnya, Minggu (11/10).
Menurut Akbar, penghobi perlu membiasakan diri memeriksa kondisi ayam secara rutin. Perubahan perilaku, penurunan nafsu makan, maupun munculnya gejala penyakit perlu diperhatikan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Gangguan Pernapasan Perlu Diwaspadai
Salah satu gangguan yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ayam kate adalah munculnya gejala menyerupai pilek. Gangguan pernapasan pada unggas dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi lingkungan dan infeksi penyakit.
Akbar mengatakan, sebagian penghobi biasanya mengamati kondisi ayam terlebih dahulu ketika muncul gejala ringan. Ada pula yang mengenal penggunaan bahan herbal, seperti bawang putih, temulawak, dan jahe, sebagai bagian dari praktik perawatan tradisional.
“Kalau ada gejala pilek, biasanya kami melihat dulu kondisinya. Ada yang mencoba menggunakan bahan herbal seperti bawang putih, temulawak, atau jahe. Kalau belum membaik, baru dilakukan penanganan lebih lanjut dengan obat yang sesuai,” jelasnya.
Meski demikian, penggunaan bahan herbal tidak dapat dijadikan pengganti pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai. Gejala gangguan pernapasan juga bisa disebabkan oleh penyakit yang berbeda sehingga penanganannya perlu mempertimbangkan penyebab yang mendasarinya.
Apabila ayam mengalami kesulitan bernapas, mengeluarkan cairan dari hidung atau mata, kehilangan nafsu makan, maupun menunjukkan kondisi yang semakin memburuk, pemeriksaan dokter hewan menjadi langkah yang tepat. Ayam yang sakit juga sebaiknya dipisahkan sementara dari unggas lain untuk mengurangi risiko penularan.
Postur Mungil Jadi Keunggulan di Perkotaan
Ukuran tubuh menjadi salah satu daya tarik ayam kate bagi masyarakat perkotaan. Di tengah keterbatasan halaman rumah, unggas hias ini dapat menjadi alternatif bagi warga yang ingin memelihara ayam tanpa harus menyediakan ruang seluas kandang ayam berukuran besar.
“Kalau di perkotaan seperti Surabaya, tidak semua orang punya halaman luas. Ayam kate ini posturnya lebih kecil, jadi bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memelihara ayam hias,” ungkap Akbar.
Kendati demikian, ukuran tubuh yang mungil bukan berarti ayam kate dapat dipelihara di sembarang tempat. Kandang tetap perlu menyediakan ruang gerak yang memadai, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta terlindung dari panas berlebihan, hujan, dan gangguan hewan lain.
Baca Juga: Dukung UMKM Naik Kelas, KAI Daop 8 Komitmen Jadi Penguat Ekonomi Nasional
Ketersediaan air minum bersih, pemberian pakan sesuai kebutuhan, dan kebersihan kandang juga menjadi bagian penting dari pemeliharaan. Kepadatan kandang serta kondisi lingkungan yang lembap perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Dengan pengelolaan yang tepat, ayam kate dapat menjadi pilihan bagi penghobi yang ingin menikmati keindahan unggas hias sekaligus belajar mengenai pemeliharaan dan pembiakan.
Dari Hobi Menjadi Peluang Ekonomi
Selain memiliki nilai sebagai hewan peliharaan, ayam kate juga berpotensi memberikan nilai ekonomi. Peluang tersebut dapat dikembangkan melalui kegiatan pembiakan maupun penjualan ayam kepada sesama penghobi.
Wawan menyebut, harga jual ayam kate cukup beragam, bergantung pada jenis, kualitas fisik, karakteristik ayam, serta kualitas indukannya.
Ayam yang memiliki ciri khas sesuai dengan minat pasar dapat mempunyai nilai jual lebih tinggi. Karena itu, pemilihan indukan dan pemeliharaan yang baik menjadi hal yang diperhatikan oleh penghobi maupun peternak.
Meski demikian, harga ayam kate tidak dapat disamaratakan. Usia, kondisi kesehatan, penampilan, kualitas keturunan, dan permintaan pasar turut memengaruhi nilai jual masing-masing ayam.
Baca Juga: Pohon Beringin Tua di Pemalang Renggut Tiga Nyawa, Pemkab Lebih Teliti Lakukan Pemeliharaan
Bagi sebagian penghobi, kegiatan memelihara ayam kate dapat berkembang menjadi usaha sampingan yang berawal dari kecintaan terhadap unggas hias. Sementara itu, bagi peternak, pembiakan yang dikelola secara konsisten dapat menjadi peluang usaha dengan tetap memperhatikan kebutuhan perawatan dan biaya pemeliharaan.
Keberagaman jenis serta karakteristik fisik ayam kate juga memberikan pilihan bagi masyarakat untuk menentukan ayam yang sesuai dengan minat dan kemampuan anggaran.
KATES Jadi Ruang Berbagi Pengalaman
Keberadaan Komunitas Ayam Kate Surabaya (KATES) menjadi ruang bagi para penghobi untuk berbagi pengalaman mengenai pemeliharaan, pembiakan, pemilihan indukan, hingga perawatan kesehatan unggas.
Melalui pertukaran pengetahuan antarpenghobi, pemeliharaan ayam kate diharapkan tidak hanya berorientasi pada penampilan dan nilai jual, tetapi juga memperhatikan kesehatan serta kesejahteraan hewan.
Bagi masyarakat perkotaan yang tertarik memelihara unggas hias, ayam kate menawarkan pilihan dengan ukuran tubuh relatif kecil dan penampilan yang menarik. Namun, keberhasilan pemeliharaan tetap bergantung pada kesiapan pemilik dalam menyediakan kandang yang layak, pakan yang cukup, air bersih, serta perawatan kesehatan secara rutin.
Pada akhirnya, memelihara ayam kate bukan sekadar menghadirkan keindahan di halaman rumah. Dengan pengetahuan dan perawatan yang tepat, hobi ini juga berpotensi berkembang menjadi kegiatan produktif yang membuka peluang ekonomi bagi penghobi dan peternak.
Editor : Redaksi