BANGKALAN – Sebanyak 40 ibu penggerak Posyandu Desa Ketetang, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, didorong mengembangkan pangan fortifikasi yang tak hanya menunjang kesehatan keluarga, tetapi juga bisa menjadi produk usaha.
Dorongan itu disampaikan dalam kegiatan pendampingan kewirausahaan pengolahan makanan fortifikasi untuk kesehatan jantung.
Baca Juga: BNNP Jawa Timur Gagalkan Peredaran 5,44 Kilogram Sabu, Dua Kurir Dibekuk di Bangkalan
Program tersebut mengajarkan ibu-ibu Posyandu mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang bergizi, aman, dan memiliki nilai jual. Mereka juga mendapat pengetahuan mengenai keamanan pangan serta peluang mengembangkan produk menjadi usaha produktif.
Ketua tim pengabdian, Wisnu Istanto, mengatakan keterampilan yang diberikan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Ibu-ibu Posyandu, kata dia, dapat mengembangkan hasil pelatihan menjadi produk yang memberi tambahan pendapatan bagi keluarga.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan. Ibu-ibu Posyandu diharapkan mampu mengembangkan keterampilan pengolahan pangan menjadi produk yang sehat, aman, memiliki nilai jual, dan pada akhirnya dapat mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujar Wisnu, Selasa (18/8
Menurut Wisnu, pengembangan pangan fortifikasi sekaligus menjadi upaya mempertemukan kepentingan kesehatan dan ekonomi. Masyarakat diajak memahami bahwa makanan bergizi dapat diolah menjadi produk yang menarik sekaligus memiliki peluang pasar.
Dalam pendampingan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pangan fortifikasi, kesehatan jantung, keamanan pengolahan makanan, hingga pengembangan produk. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi, praktik pengolahan, diskusi, dan pendampingan.
Baca Juga: Tasyakuran Akbar di Bangkalan Sambut Gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Kholil
Kepala Desa Ketetang Lailatul Huriyah menyambut kegiatan tersebut. Ia menilai penggabungan edukasi kesehatan dengan kewirausahaan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara Koordinator Posyandu Puskesmas Kecamatan Kwanyar Lismawati menilai kader Posyandu memiliki posisi penting untuk meneruskan pengetahuan mengenai pangan sehat kepada keluarga dan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga melibatkan lima mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman di bidang promotif dan preventif kesehatan.
Narasumber kegiatan, Errisa Sulfiana, memberikan materi mengenai pangan fortifikasi, kesehatan, keamanan pengolahan pangan, dan peluang pengembangan produk.
Baca Juga: Gotong Royong Relawan G25 Bantu Anak Kurang Mampu Hadapi Tahun Ajaran Baru
Pengembangan produk pangan fortifikasi selanjutnya diarahkan tidak hanya pada aspek rasa dan kandungan gizi. Tim pengabdian juga mendorong peserta memikirkan pengemasan, branding, pemasaran, hingga legalitas usaha.
Langkah itu dinilai penting agar produk yang dihasilkan tidak berhenti sebagai hasil pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
Program yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat tersebut diharapkan memperkuat peran Posyandu. Selain menjadi tempat pelayanan dan edukasi kesehatan, para penggeraknya juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal.
Editor : Redaksi