SURABAYA - Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 PCNU Kota Surabaya, Achmad Jani atau yang akrab disapa Gus Jani, menjelaskan rangkaian peringatan tahun ini dirancang dengan beragam kegiatan yang menyentuh aspek keilmuan, tradisi, sosial, dan pengembangan generasi muda.
“Kami merancang 18 agenda agar peringatan Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ada penguatan tradisi keilmuan melalui kajian dan lomba kitab, pembinaan generasi muda, pengembangan kapasitas pesantren, hingga pelatihan pemanfaatan media digital. Harapannya, santri mampu menjaga akar tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman," katanya, Kamis (22/10).
Baca Juga: PCNU Surabaya Gelar 18 Agenda Hari Santri 2026, Teguhkan Warisan Resolusi Jihad dan Tradisi Pesantre
Sejumlah agenda yang digelar meliputi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di enam sekolah dengan sasaran 1.000 santri, Lomba Al-Banjari, Bahtsul Masail, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) kategori qiraah dan tartil, Dauroh Tahqiq, A Walk Full Heritage, serta Lomba Khutbah Jumat Remaja.
Kegiatan lainnya mencakup ziarah ke para muassis dan penggerak NU, apel Hari Santri tingkat kecamatan, Lomba Nadhom Aqidatul Awam, Business Plan Competition untuk generasi Z, Lomba Storytelling bertema kehidupan santri dan remaja, Liwetan Pesantren, pelatihan 99 Santri Melek Digital, serta Lomba Kitab Kuning.
Melalui kegiatan tersebut, PCNU Kota Surabaya ingin menjaga kesinambungan tradisi keilmuan pesantren, termasuk kemampuan membaca dan memahami kitab-kitab klasik yang menjadi salah satu kekuatan khazanah keilmuan ulama Nahdlatul Ulama.
Pada saat yang sama, kegiatan kewirausahaan dan literasi digital menjadi bagian dari upaya mempersiapkan santri menghadapi tantangan masa depan. Santri diharapkan tidak hanya memiliki fondasi keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan ruang digital secara positif.
Dua agenda yang menjadi perhatian dalam rangkaian HSN 2026 adalah Mujahadah Kubro untuk Kemanusiaan dan Palestina pada Kamis (22/10/2026) pukul 19.00 WIB serta Fun Walk 5.000 Santri pada Minggu (25/10/2026).
Mujahadah Kubro akan digelar di Jalan Pahlawan, tepat di depan gedung PCNU Kota Surabaya. Kegiatan tersebut merupakan agenda PBNU yang pelaksanaannya dipercayakan kepada PCNU Kota Surabaya sebagai tuan rumah. Pemilihan lokasi ini sekaligus memiliki makna historis karena gedung PCNU Surabaya dahulu merupakan kantor pusat NU, tempat Resolusi Jihad dikumandangkan.
Baca Juga: PCNU Surabaya Terima 13 Sapi Kurban, Masduki: Simbol Kuatnya Ukhuwah Basyariah
Sementara itu, Fun Walk 5.000 Santri dijadwalkan berlangsung pada Minggu pagi dengan titik mulai dan selesai di Jalan Pahlawan, depan gedung PCNU Kota Surabaya.
Kegiatan ini dirancang sebagai ajang silaturahmi santri dan pengurus dari sekitar 80 pesantren, jajaran struktural NU mulai tingkat cabang hingga ranting, serta masyarakat umum.
Kedua kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kebersamaan yang menghubungkan nilai spiritual, kepedulian kemanusiaan, persaudaraan, dan semangat kebangsaan.
Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan di kawasan Jalan Pahlawan, terutama Mujahadah Kubro dan Fun Walk 5.000 Santri, panitia menyatakan telah menyiapkan permohonan izin kepada pihak terkait serta pemberitahuan kepada warga dan pihak yang terdampak penggunaan jalan.
Baca Juga: Silaturahmi ke PCNU, DPRD Surabaya Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat”.
PCNU Kota Surabaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila rangkaian kegiatan, termasuk proses persiapan dan pelaksanaannya, menimbulkan ketidaknyamanan atau mengganggu aktivitas warga.
Panitia berharap dukungan masyarakat dapat mengiringi pelaksanaan seluruh agenda HSN 2026 agar berlangsung tertib, lancar, dan membawa manfaat luas.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa semangat Resolusi Jihad tidak berhenti pada catatan sejarah. Nilai perjuangan tersebut perlu diteruskan melalui penguatan ilmu, akhlak, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, PCNU Kota Surabaya mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Santri sebagai momentum bersama untuk merawat warisan ulama, mengembangkan potensi generasi muda, dan meneruskan khidmah bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Editor : Redaksi