SURABAYA – Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, mengatakan selain fokus pada deteksi dini Covid-19, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya juga mempersiapkan penanganan kegawatdaruratan kesehatan bagi jemaah haji yang pulang.
Apalagi, tambah dia 74,17 persen jemaah embarkasi Surabaya masuk dalam golongan risiko tinggi.
Baca juga: Layani Pemudik BBKK Surabaya Siagakan Posko Kesehatan
"Kami mempersiapkan penanganan kegawatdaruratan kesehatan bagi jemaah haji yang pulang." katanya, Kamis (12/6)
Sebagai penunjang pelaksanaan pelayanan kesehatan haji, sarana dan prasarana seperti obat, perlengkapan kegawatdaruratan kesehatan, serta ambulans telah disiapkan. Setidaknya ada 10 ambulans yang disiagakan.
Baca juga: BBKK Surabaya Siapkan Langkah Preventif Pemulangan Jemaah Haji
“Kita sediakan 10 ambulan, 2 di asrama haji, 7 di Bandara Juanda. 1 di Kantor Induk dalam kondisi stand by. Untuk petugas sekitar 80 orang siap bergantian bertugas melayani 24 jam,” katanya.
Selain itu, persiapan di asrama haji juga dilakukan, termasuk fogging pada Rabu, 10 Juni. Petugas sanitarian akan memeriksa sanitasi pesawat setiap kali pesawat yang membawa jemaah haji datang.
Baca juga: Lawan HMPV, BBKK Surabaya Imbau Masyarakat Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
“Kami berharap, semua jemaah haji yang pulang ke tanah air sehat semua, pulang jadi haji yang mabrur. Kami mohon doa agar pelaksanaan tugas debarkasi haji lancar semua, aamiin,” tutupnya.
Editor : Redaksi