MAJALENGKA - Gelombang kasus penipuan berkedok haji kembali mencuat dan semakin meresahkan masyarakat. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran haji instan yang tidak sesuai prosedur resmi.
Hal itu disampaikan Dahnil saat mengunjungi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jumat (1/5).
Baca Juga: Kanwil Kemenhaji Jabar Diapresiasi DPR RI, Kolaborasi Istitha'ah Kesehatan Kunci Keberhasilan Haji
Menurut Dahnil tren penipuan haji ilegal saat ini justru semakin meningkat, dengan berbagai modus operandi demi meyakinkan calon jemaah.
Bahkan Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kasus penipuan tertinggi di Indonesia.
"Saya mewanti-wanti, kasus-kasus penipuan terhadap jamaah haji kan semakin marak, jangan lupa, kasus Jawa Barat itu paling tinggi. Temuan kami, Jawa Barat itu kasus-kasus penipuan haji non-kuota atau bukan visa haji, itu termasuk yang paling tinggi," ucap Dahnil.
Pemerintah, lanjut Dahnill, sudah membentuk satuan tugas khusus untuk memberantas praktik haji ilegal.
Baca Juga: Kloter 22 Tiba di Kertajati, 555 Jemaah Haji Cimahi Pulang Lengkap & Sehat
Satgas ini bekerjasama dengan aparat kepolisian di dalam negeri, maupun otoritas keamanan di Arab Saudi.
Langkah tegas pun mulai terlihat dengan diamankannya sejumlah pelaku penipuan beberapa hari terakhir.
"Kami sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian. Karena Indonesia sudah ada satgas haji ilegal namanya. Siapapun yang berangkat ke Saudi Arabia tanpa visa haji tapi bermaksud untuk melakukan ibadah haji itu pasti ditangkap," ujarnya.
Baca Juga: 442 Jemaah Haji Kloter 9 Asal Karawang Tiba di Asrama Bekasi, Pelayanan Tuai Apresiasi
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan keabsahan dokumen penyelenggara haji dan tidak mudah percaya dengan janji-janji keberangkatan haji cepat.
"Kementerian Haji dan Umroh sangat fokus untuk memastikan mereka-mereka yang berhak yang berangkat yang haji-haji ilegal pasti ditindak secara hukum oleh pihak kepolisian kita," tutupnya.
Editor : Redaksi