PEMALANG - Di tengah kepungan polusi udara dan tren ketergantungan pada kendaraan bermotor, sebuah kebiasaan sederhana kini kembali dikampanyekan di lingkungan sekolah, kantor, maupun di kalangan para pecinta olahraga, yakni berjalan kaki.
Khusus untuk pelajar, aktivitas fisik ringan sebelum bel masuk berbunyi ini ternyata menyimpan segudang manfaat luar biasa bagi tumbuh kembang mereka.
Baca Juga: Pantai Widuri Jadi Sekolah Kedua, Puluhan Siswa Kedapatan Membolos Saat Pelajaran Berlangsung
Menurut Herlinawati, seorang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjaskes) di salah satu SMP negeri di Pemalang, berjalan kaki ke sekolah bukan sekadar menghemat ongkos.
Kegiatan ini merupakan bentuk latihan kardio alami yang paling mudah dilakukan oleh anak remaja.
"Banyak orang tua mengira mengantar anak sampai depan kelas dengan motor adalah bentuk kasih sayang. Padahal, membiarkan mereka berjalan kaki 10 hingga 15 menit setiap pagi justru jauh lebih sehat," ujar Herlina saat ditemui di lapangan sekolah, Selasa pagi (14/7).
Herlina menjelaskan, ada tiga manfaat utama yang langsung dirasakan oleh siswa yang rutin berjalan kaki ke sekolah.
Baca Juga: Tegas! Kadis Dindikpora Pemalang Larang Sekolah Jadikan Siswa Pasar Seragam Baru
Pertama, meningkatkan fokus belajar. Jalan kaki memicu pelepasan hormon endorfin dan meningkatkan aliran oksigen ke otak, sehingga siswa masuk kelas dalam kondisi segar dan siap menyerap pelajaran.
Kedua, mencegah obesitas remaja. Aktivitas rutin ini membakar kalori secara konsisten dan menjaga kebugaran jantung sejak dini.
Ketiga, melatih kemandirian dan kedisiplinan. Siswa belajar mengatur waktu keberangkatan dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Baca Juga: Siswa-Siswi SMA YPP Terpadu Nurul Huda Surabaya Ikuti Pelatihan Public Speaking
Senada dengan penjelasan tersebut, beberapa siswa yang mulai konsisten berjalan kaki mengaku tidak mudah mengantuk pada jam pelajaran pertama. Mereka juga merasa lebih bertenaga sepanjang hari.
Melalui momentum ini, pihak sekolah berharap para orang tua mulai mendukung gerakan berjalan kaki bagi siswa yang rumahnya berada dalam radius dekat. Langkah kecil di pagi hari ini dipercaya mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara fisik. (Ragil).
Editor : Redaksi