BANDUNG - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan penguatan dan optimalisasi kehumasan dalam rangka digitalisasi tata kelola pemerintahan. Kegiatan berlangsung di salah satu hotel di kawasan Sukajadi, Kota Bandung, Selasa, (14/7).
Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama antara Kanwil Kemenag Jabar dengan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
Baca Juga: Kemenag Jabar Siapkan 208 Masjid Ramah Pemudik
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para pengelola kehumasan di lingkungan Kemenag.
“Kan baru ya kerjasama dengan Fakultas Komunikasi Unpad dan tentunya Universitas Padjadjaran yang sudah bersedia kerjasama dengan kami, Kementerian Agama. Nah implementasi dari kerjasama itu ya tentunya saya hari ini mengundang para kehumasan atau para humas di kantor Kementerian Agama Kota Kabupaten untuk bersinergi,” ujar Dudu Rohman.
Lebih lanjut ia menjelaskan, materi yang diberikan berkaitan dengan kemampuan dasar jurnalistik digital.
Baca Juga: PRIMA Jadi Pusat Kendali Humas, Lapas Cipinang Mantapkan Pembinaan Pegawai Magang
“Kaitan dengan bagaimana memberikan ilmu, ilmu yang berkaitan dengan cara membuat berita, cara membuat konten yang benar dan juga cara menginformasikan atau berita-berita yang baik kepada masyarakat,” jelasnya.
Dudu menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penyebaran informasi publik. Kemenag memiliki acuan agar setiap informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.
“Makanya pasti Kemenag itu kan punya acuan kaitan dengan bagaimana informasi atau berita-berita itu supaya bertabayun, supaya ada cek and recheck. Nah, maka hari ini tentunya bagaimana para humas ini bisa bersinergi, baik itu sinergi kita bukan saja dengan para media-media, tapi bagaimana menginformasikan yang benar kepada masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Gerakan Wakaf Uang Dorong ASN Jadi Pelopor Kesejahteraan Masyarakat
Ia berharap, setelah pelatihan ini para humas di kota dan kabupaten tidak hanya mampu memproduksi berita, tetapi juga menjadi agen literasi bagi masyarakat.
“Yang diharapkan tentunya para stakeholder dan para humas di kota kabupaten bisa membuat berita. Bukan saja membuat berita, tapi memberikan literasi-literasi untuk membaca literasi-literasi menulis,” pungkas Dudu Rohman.
Editor : Redaksi