Pasar Kamis Wage Pemalang Tawarkan Nuansa Kehidupan Makanan Jaman Dulu

Reporter : Ragil S
Pasar Kamis Wage Pemalang

PEMALANG - Kawasan wisata Taman Benowo Park, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, dalam setiap bulannya menggelar makanan dan jajanan jaman dulu yaitu pasar wage, dinamakan demikian karena pasar ini di gelar setiap hari Kamis Wage, menjelang datangnya hari Jumat Kliwon yang banyak dipercaya sebagai hari khusus bagi Masyarakat Pemalang.

Di lokasi pasar ini para pengunjung akan disuguhkan dengan kuliner-kuliner tradisional zaman dahulu yang jarang ditemukan di tempat lain.

Baca juga: Bikin Merinding Boneka Brendung Kaso Meronta-ronta Ikut Kirab Hari Jadi Kabupaten Pemalang

Pasar Kamis Wage dibuka dari pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB. Namun biasanya, karena banyaknya ribuan pengunjung membeludak menghadiri pasar tersebut, pada pukul 09.00 WIB seluruh kuliner tradisional di sini sudah habis terjual. Sehingga pengunjung yang ingin mencicipi semua makananan tradisional yang dijajakan disarankan untuk datang lebih awal ketika pasar ini sudah dibuka. 

Makanan jadul atau jajanan tradisional di Pasar Kamis Wage. (Istimewa). Penghasilan pasar kamis Wage ini tergolong fantastis, karena dalam sehari bisa mencapai puluhan juta.

“Pasar Kamis Wage ini biasanya mendapatkan uang sedikitnya 30juta dalam sehari” ungkap Diyah, kepada Tikta.id (16/11).

Baca juga: Satu Korban Longsor di Bongas Pemalang Ditemukan Tewas, Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian

Seperti pasar tradisonal pada umunya, Pasar Kamis Wage ini juga memilki cara bertransaksi yang unik. Agar dapat membeli makanan tradisional yang dijual oleh sekitar empat puluh pedagang, pembeli wajib menukar uang dengan klitik, yaitu kepingan koin yang terbuat dari kayu. 

Satu klitik dapat ditukar dengan uang senilai Rp2.000,00. Uang tersebut dapat digunakan untuk transaksi seperti membeli makanan, oleh-oleh, ataupun benda lainnya yang dijual oleh pedagang setempat.

Baca juga: Karutan Pemalang Hadiri Upacara Hari Jadi dan Peresmian Citywalk

Para pedagang yang berjualan ditempatkan berjejer di saung-saung yang telah disediakan oleh pengelola wisata Taman Benowo Park. Untuk menambah kesan jadul dari pasar ini, para pedagang yang mayoritas perempuan menggunakan pakaian tradisional berupa kebaya.  

Cara menyajikan hidangan kuliner ini juga masih tradisonal. Aneka kuliner diletakkan dalam wadah yang terbuat dari tanah liat. Bungkus makanan tersebut menggunakan daun pisang atau daun jati. Sedangkan minumannya menggunakan wadah yang terbuat dari kayu atau batok kelapa.  

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru