BANDUNG – Dua warga Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Banu Rengga dan Kasja Tompul, resmi melaporkan dugaan penyelewengan Dana Desa dan anggaran lainnya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Senin (17/11).
Laporan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi perwakilan masyarakat dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Cipanas pada Kamis (6/11).
Baca juga: Hujan Berhari-hari, 26 Bencana Terjadi di Majalengka
Dalam pertemuan itu, warga meminta klarifikasi dan dokumen laporan penggunaan Dana Desa tahun 2020–2025. Namun hingga kini, kata warga, belum ada jawaban dari pihak Pemdes.
Banu Rengga mengatakan laporan mereka telah diterima oleh bagian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati Jawa Barat.
Baca juga: Pramuka Majalengka Siap Kerja Solid, Targetkan Manfaat Bagi Masyarakat
“Kami masyarakat Desa Cipanas meminta Kejati Jawa Barat turun tangan untuk memeriksa penggunaan Dana Desa yang kami duga bermasalah,” ujar Banu Rengga usai menyerahkan laporan di Kantor Kejati Jabar, Senin (17/11).
Ia menegaskan pelaporan dilakukan agar dugaan penyimpangan anggaran dapat diperiksa melalui proses hukum yang berlaku.
Baca juga: Pengurus Pramuka Majalengka Dilantik, Diikuti Penyebaran Benih Ikan dan Penyerahan Bibit Pohon
“Biar nanti proses hukum yang membuktikan, dan agar tidak muncul pernyataan-pernyataan liar yang justru merugikan semua pihak,” ucap Banu Rengga, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa Cipanas.
Editor : Redaksi