SURABAYA - Kemendukbangga bersama BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar Konsolidasi Nasional Andalan Kelompok UPPKA (AKU) Tahun 2026 di Ruang Lestari, Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (4/2/).
Kegiatan ini mengusung tema “Meraih Peluang Emas Pengembangan Bisnis UPPKA Unggul dan Berkarakter di Lini Lapangan”.
Baca juga: Perkuat Integritas ASN, BKKBN Jatim Fokus pada Kesehatan Mental
Ketua Umum BPP AKU, Ambar Rahayu, menegaskan pentingnya konsolidasi nasional untuk menyatukan langkah dan strategi seluruh pemangku kepentingan dalam penguatan UPPKA di seluruh Indonesia.
“Kami ingin menyatukan langkah, menyatukan strategi, sekaligus memperkenalkan peluang-peluang yang bisa dikembangkan ke depan serta memperkuat isi dari AKU itu sendiri,” ujar Ambar Rahayu.
Baca juga: BKKBN Jatim Dorong Ayah Ambil Rapor Anak Lewat Gerakan GEMAR
Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Kemendukbangga/BKKBN yang diwakili Wahidah Paheng, menyampaikan pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi salah satu fokus utama kementerian, termasuk melalui penguatan kelompok UPPKA dan PKK di seluruh Indonesia.
“Kebijakan tentu kami siapkan dalam bentuk regulasi, namun yang lebih penting adalah bagaimana kami tetap bersama AKU dalam pembinaan kepada kelompok PKK dan UPPKA di seluruh Indonesia. Saat ini ada sekitar 43 ribu kelompok PKK yang terus berkembang seiring lahirnya keluarga-keluarga muda,” jelas Wahidah.
Baca juga: Literasi Etis dan Budaya Jadi Kunci Pemanfaatan AI dalam Komunikasi Publik
Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati, menyampaikan Jawa Timur menjadi lokasi strategis pelaksanaan konsolidasi nasional AKU karena besarnya potensi kelompok UPPKA di daerah ini.
“Hari ini kita melaksanakan Konsolidasi Nasional AKU sebagai bentuk persahabatan dan kemitraan strategis dengan AKU sebagai lembaga yang mengelola kelompok-kelompok UPPKA. Di Jawa Timur saat ini terdapat sekitar 36 ribu kelompok UPPKA yang sudah operasional dengan baik serta sekitar 5 ribu kelompok PKK,” ungkap Maria Ernawati.
Editor : Redaksi