MAJALENGKA – Pendidikan di masa kini tidak lagi hanya bertumpu pada angka di atas kertas. Nilai integritas, kemandirian, dan kepedulian sosial kini menjadi poin utama dalam membentuk generasi muda.
Hal inilah yang mendasari diperkuatnya posisi Pramuka Garuda dalam SPMB 2026 di Jawa Barat.
Baca juga: Kasus HIV dan Malaria di Majalengka Menurun, Penemuan TB Meningkat Berkat Surveilans Aktif
Ketua Kwarcab Majalengka, Eman Suherman, menegaskan bahwa predikat Pramuka Garuda merupakan buah dari proses pembinaan karakter yang panjang dan melelahkan.
“Pramuka Garuda bukan hanya sekadar penghargaan. Di dalamnya ada nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap masyarakat. Anak-anak yang sudah ditempa di sini memiliki modal karakter yang kuat untuk menghadapi masa depan," kata Eman di sela-sela acara Ecology Fest 2026 di SMPN 3 Majalengka, Senin (15/6).
Baca juga: Susun Roadmap 2026–2030, Bupati Eman: Penanggulangan AIDS, TB, dan Malaria Tak Boleh Setengah Hati
Semangat pembentukan karakter dan kemandirian ini juga tecermin nyata dalam gelaran Ecology Fest 2026 di SMPN 3 Majalengka.
Kepala Sekolah SMPN 3 Majalengka, Anto Irianto, menjelaskan bahwa acara festival lingkungan, bazar produk kreatif, kuliner, dan fun run ini sama sekali tidak memungut biaya dari siswa.
Baca juga: Bupati Majalengka Tegaskan MPLS Harus Bebas Perpeloncoan, Pendidikan Karakter Jadi Prioritas
Kegiatan ini murni bergerak dari inisiatif serta donasi sukarela para guru dan orang tua murid.
Melalui sinergi pembinaan Pramuka dan ruang kreativitas sekolah seperti bazar ekonomi kreatif ini, Kabupaten Majalengka optimistis dapat melahirkan lebih banyak generasi muda yang berkarakter kuat, berjiwa sosial, dan siap memimpin di masa depan.
Editor : Redaksi