Belajar Kemandirian Lembaga, Inabah XIX Sidoarjo Studi Tata Kelola ke Nurul Hayat

Reporter : Ika chairani
studi tata kelola yayasan

SURABAYA – Pembina Inabah XIX Sidoarjo, Iin Indana Khudsiyah, melakukan kunjungan studi tata kelola yayasan ke Kantor Yayasan Nurul Hayat Surabaya, Senin (20/7). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan lembaga agar lebih profesional, transparan, dan mandiri.

Kedatangan Iin disambut Pendiri Yayasan Nurul Hayat, Muhammad Molik, bersama jajaran manajemen. Selama hampir dua jam, keduanya berdiskusi mengenai perjalanan membangun lembaga sosial, tantangan yang dihadapi, hingga strategi menjaga keberlanjutan yayasan.

Baca juga: Menag Dua Hari di Jatim Tekankan Pembinaan Akhlak Generasi Bangsa

"Saya dulu tidak mau mencari bantuan untuk panti asuhan yang saya dirikan. Semua dari hasil bisnis saya," kata Molik.

Ia mengisahkan, pandangannya berubah setelah mendapat nasihat dari seorang sahabat agar tidak "mengavling surga sendirian". Sejak saat itu, Nurul Hayat mulai membuka diri menerima amanah masyarakat melalui donasi untuk memperluas manfaat bagi sesama.

Baca juga: TPS Perkuat Tata Kelola Berkelanjutan Lewat Pelatihan dan Sertifikasi GRC bagi Tim Manajemen

Molik juga menjelaskan, sejumlah unit usaha yang dibangunnya kemudian diwakafkan kepada Yayasan Nurul Hayat. Hasil usaha tersebut menjadi penopang operasional lembaga sekaligus mendukung berbagai program sosial, mulai pembinaan anak yatim, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan kemanusiaan.

Dalam kesempatan itu, ia berbagi pengalaman mengenai pentingnya tata kelola yayasan yang akuntabel, transparan, dan memiliki sumber pendanaan yang berkelanjutan. Menurutnya, profesionalisme menjadi salah satu kunci agar lembaga sosial mampu terus berkembang dan dipercaya masyarakat.

Baca juga: Dua Hari Kunjungan Idulfitri, Lapas Cipinang Layani Ribuan Pengunjung dengan Aman dan Tertib

Iin Indana Khudsiyah mengapresiasi sambutan hangat dan berbagai pengalaman yang dibagikan oleh Nurul Hayat. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bekal berharga bagi Inabah XIX Sidoarjo untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga dan memperluas manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap pengalaman Nurul Hayat dapat menjadi inspirasi dalam membangun Inabah XIX Sidoarjo sebagai lembaga yang semakin profesional, mandiri, dan berkelanjutan dalam menjalankan program pembinaan serta pelayanan sosial.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru