PURWAKARTA – Ribuan warga memadati pusat Kota Purwakarta untuk menyaksikan Festival Budaya bertema "Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa", beberapa waktu yang lalu
Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Pertigaan BTN dipenuhi cahaya, warna, dan semangat pelestarian budaya yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-195 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58.
Baca juga: Lestarikan Budaya, Rencana Pementasan Wayang Rizal Bawazier Bikin Warga Sumringah
Festival tersebut dihadiri Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Arak-arakan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dari Pertigaan Patung Egrang, Kelurahan Nagri Kaler, kemudian melintasi jalan utama kota hingga berakhir di Pertigaan Patung Kuda, kawasan BTN Purwakarta, Kelurahan Nagri Tengah. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias menyambut iring-iringan budaya.
Di barisan terdepan, Bupati Saepul Bahri Binzein menaiki Kereta Kencana sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Di belakangnya, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Sri Puji Utami bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, dan tamu kehormatan menunggangi kuda mengiringi jalannya arak-arakan.
Festival semakin semarak dengan penampilan pasukan berkuda, delegasi kesenian dari berbagai daerah, serta kelompok seni dari seluruh kecamatan di Kabupaten Purwakarta. Beragam tarian tradisional, alunan musik daerah, hingga busana adat ditampilkan oleh sanggar seni, pelajar, dan komunitas budaya sebagai wujud kekayaan budaya daerah.
Baca juga: KKSS Jawa Timur dan Masyarakat Tengger Perkuat Persaudaraan di Bromo
Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami, mengatakan Festival Budaya bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan seni, adat istiadat, dan tradisi Purwakarta kepada masyarakat maupun tamu dari berbagai daerah.
"Festival Budaya Hari Jadi Purwakarta bukan sekadar perayaan seremonial yang berlalu begitu saja. Ini adalah momen berharga untuk memperkenalkan kekayaan seni, adat istiadat, dan tradisi yang menjadi milik kita bersama, baik kepada masyarakat sendiri maupun para tamu yang hadir dari berbagai daerah," ujar Puji.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar serta meninggalkan kesan positif bagi masyarakat maupun para tamu yang hadir.
Baca juga: Benteng Budaya Kediri Raya Kian Kokoh: Cak Hadi Salurkan Apresiasi untuk Para Penjaga Tradisi
Menurutnya, kesuksesan festival merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, aparat keamanan, panitia, seniman, komunitas budaya, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga ketertiban serta semangat gotong royong selama acara berlangsung.
Puji juga berharap semangat "Ajeg Budaya" tidak hanya hidup saat perayaan, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Purwakarta.
Melalui festival ini, ia optimistis jati diri daerah akan semakin kuat, sekaligus mendorong perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Editor : Redaksi