Cuaca Ekstrem Terjang Pemalang Selatan, Robohkan Pohon Besar dan Bangunan

Reporter : Ragil S
Salah satu rumah warga tertimpa pohon

PEMALANG – Bencana angin kencang melanda wilayah Kecamatan Moga dan sekitarnya sejak Kamis (23/7) hingga Jumat pagi (24/7), mengakibatkan sebuah rumah di RT 006/RW 003 Dukuh Kembang, Desa Mandiraja, Kecamatan Moga, rusak tertimpa pohon kelapa.

Selain itu, pohon tumbang juga menyebabkan kabel PLN putus sehingga aliran listrik di wilayah tersebut sementara padam. Relawan gabungan saat ini masih melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

Baca juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan di Pemalang Tidak Melaut

Suasana di Desa Mandiraja yang semula kondusif mendadak berubah mencekam ketika angin kencang disertai suara gemuruh menerjang kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terjangan angin merontokkan genting dan merusak bagian atap rumah warga hanya dalam hitungan menit.

"Anginnya datang tiba-tiba, gemuruhnya kencang sekali. Warga langsung lari keluar karena takut atap rumah ambruk," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tidak hanya merusak rumah warga, angin kencang juga merobohkan sejumlah pohon besar di ruas jalan utama Dukuh Kembang. Batang pohon yang melintang sempat menutup badan jalan sehingga arus kendaraan dari kedua arah terhenti.

Baca juga: Kadis Dindikpora Pemalang: Stop Study Tour, Cuaca Ekstrem Berbahaya untuk Perjalanan

Mendapat laporan dari warga, tim gabungan relawan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang langsung bergerak menuju lokasi. Petugas berjibaku memotong batang pohon yang menutupi jalan agar akses transportasi kembali normal.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmalludin, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan cuaca ekstrem.

"Masyarakat agar memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya. Bencana hidrometeorologi pada musim kemarau dapat memicu suhu tinggi dan angin kencang yang sewaktu-waktu berpotensi menimbulkan bencana," kata Agus, Jumat (24/7).

Baca juga: Ratusan Nelayan Pemalang Terpaksa Menganggur Dampak Cuaca Ekstrem

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendataan terhadap kerugian material akibat kerusakan rumah. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang dapat memicu terjadinya bencana alam.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru