Kontrakan di Sambikerep Jadi Gudang Sabu, Polisi Tangkap Pengedar

Polrestabes Surabaya ungkap kasus narkoba di Sambikerep
Polrestabes Surabaya ungkap kasus narkoba di Sambikerep

SURABAYA – Sebuah kamar kontrakan di kawasan Bringin Harapan, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan narkotika sabu. Aktivitas tersebut terbongkar setelah polisi menindaklanjuti informasi yang disampaikan masyarakat.

Dalam pengungkapan yang dilakukan pada Rabu, 12 Agustus 2026 itu, petugas mengamankan seorang pengedar berinisial BN (29 tahun) asal Kabupaten Lamongan tersebut terlibat dalam peredaran narkotika sejak Juni 2026.

Baca Juga: Waspada Tren Baru! Ekstasi Logo WhatsApp dan Minion Mulai Beredar di Surabaya

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya Dodi Irawan melalui Kasi Humas Hadi Ismanto, mengatakan pengungkapan perkara tersebut tidak terlepas dari kepedulian masyarakat dalam memberikan informasi kepada kepolisian.

“Petugas memperoleh informasi dari masyarakat mengenai aktivitas peredaran narkotika. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan hingga akhirnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka di sebuah kamar kontrakan Sambikerep,” ujar Hadi, pada Selasa (8/9).

Berdasarkan hasil penyelidikan, BN sengaja menyewa satu kamar kontrakan yang digunakan sebagai tempat menyimpan sabu. Kamar tersebut berfungsi sebagai gudang sebelum barang terlarang itu diedarkan kepada pembeli.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan tiga bungkus plastik klip berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu. Masing-masing memiliki berat bersih sekitar 8,032 gram, 0,981 gram, dan 0,557 gram.

Baca Juga: Kapolrestabes Surabaya Bersama Purnomo Polisi Baik Berikan Bantuan dan Beasiswa

Dengan demikian, total barang bukti sabu yang diamankan mencapai kurang lebih 9,57 gram.

Selain sabu, polisi menyita satu timbangan elektronik, dua pak plastik klip, serta dua buku berisi catatan transaksi penjualan sabu, uang tunai sebesar Rp900 ribu dan HP.

BN mendapatkan sabu sebanyak 10 gram dari seseorang berinisial CA yang hingga kini belum tertangkap. Transaksi tersebut disebut berlangsung melalui perantara berinisial AYP yang telah diamankan polisi.

Baca Juga: Polisi Amankan Pria 65 Tahun, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak

BN telah melakukan transaksi pembelian sabu melalui jaringan tersebut sebanyak lima kali. Barang terlarang itu selanjutnya dipecah menjadi beberapa paket kecil untuk dijual kembali.

“Dari pemeriksaan awal, tersangka menjual sabu dalam paket kecil dengan harga sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. Untuk setiap setengah gram, sabu dijual dengan harga sekitar Rp650 ribu,” pungkas Hadi.

Editor : Redaksi