MAJALENGKA – Dusun Kubang Di sudut Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, suasana di lingkungan SDN 3 Cikaracak kini tampak berbeda. Dulu, bangunan sekolah ini tampak lesu dan kumuh, langit langit nampak noda hitam dan atap yang mulai rapuh.
Namun kini setelah tersentuh program revitalisasi bangunan gedung sekolah, cat berwarna biru muda mulai menyelimuti tembok, jendela-jendela baru berbahan alumunium terpasang rapi, dan ruang kelas perlahan berubah menjadi lebih layak untuk menampung kegiatan belajar mengajar serta penambahan tiga ruangan kelas belajar yang baru dan perubahan ini belum sepenuhnya rampung. Pekerjaan revitalisasi masih berlangsung sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun, dengan tahapan yang berjalan bertahap agar setiap detail pembangunan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Baca Juga: Ketua Ekraf Majalengka: UMKM Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi
Di lokasi, suara aktivitas para buruh bangunan masih terdengar jelas, tukang-tukang profesional sedang merapikan struktur atap, menyelesaikan plesteran dinding, dan memasang elemen-elemen penunjang lainnya demi kenyamanan kelas.
Nampak jelas pemasangan struktur kuda kuda berbahan baja ringan berkualitas yang begitu rapat dengan jarak 85 cm menambah kekuatan rangka atap SDN Cikaracak 3.
Yang membuat program ini semakin istimewa adalah keterlibatan langsung warga desa dusun setempat dalam proses pembangunan.
Para pekerja yang turun ke lapangan bukan tenaga yang didatangkan dari luar, melainkan tenaga-tenaga warga Desa Cikaracak Dusun Kubang sendiri yang memiliki keahlian di bidang konstruksi. Keterlibatan ini tidak hanya mempercepat proses pekerjaan karena pemahaman mereka terhadap kondisi geografis dan kebutuhan lokal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
“Kami merasa bangga bisa ikut serta membangun sekolah tempat anak-anak kami menuntut ilmu. Setiap hari kami bekerja dengan hati-hati, karena ini bukan sekadar proyek biasa, ini adalah investasi masa depan bagi anak anak kami,” ujar Sabin salah satu pekerja.
Baca Juga: Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif Majalengka, MCC Jadi Ruang Anak Muda Berkarya
Selama bertahun-tahun, para guru, siswa, dan orang tua murid menyimpan kekhawatiran yang sama. Saat musim hujan, air sering merembes masuk ke dalam kelas. Beberapa bagian bangunan bahkan sudah tidak aman digunakan, sehingga kegiatan belajar mengajar sering kali terganggu.
“Dulu, saat hujan turun, kami harus memindahkan meja kursi siswa agar tidak terkena air yang menetes dari atap. Kadang kami khawatir, apakah bangunan ini masih cukup kuat untuk menampung anak-anak kami?” ungkap Agus Hidayat selaku kepala sekolah dengan nada lega.
Kini, kekhawatiran itu perlahan hilang. Melalui program revitalisasi yang digagas dan didukung pemerintah, seluruh kerusakan diperbaiki secara menyeluruh, mulai dari penggantian struktur atap, perbaikan dinding dan lantai, pengecatan ulang, hingga pemasangan pintu dan jendela baru yang lebih modern dan elegan. Lingkungan sekolah pun ditata lebih rapi, menciptakan suasana yang tidak hanya aman, tetapi juga menyenangkan bagi para siswa.
Baca Juga: Eman Suherman: Santri Harus Kuasai Teknologi dan Jaga Akhlak
Agus Hidayat menyampaikan bahwa program revitalisasi ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan, khusunya di desa tersebut. Sekolah yang layak, lanjutnya, adalah hak setiap anak dan kenyamanan tempat belajar memiliki kaitan erat dengan prestasi dan semangat anak-anak.
“Ketika anak-anak merasa aman, nyaman, dan dihargai melalui fasilitas yang baik, semangat belajar mereka pun tumbuh. Harapannya, dari ruangan-ruangan baru ini, akan lahir anak-anak Kubang yang cerdas, berkarakter, dan kelak bisa membangun desanya sendiri,” tutur Agus, Sabtu (24/10).
Program revitalisasi SDN Cikaracak 3 menjadi bukti bahwa perhatian pada infrastruktur pendidikan di daerah adalah investasi masa depan. Dinding yang kokoh bukan hanya tempat menimba ilmu, melainkan fondasi bagi harapan-harapan baru yang sedang tumbuh di Argapura dan proses pembangunannya pun menjadi bukti kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat setempat.
Editor : Redaksi