SURABAYA - Ketua Suara Warga Indonesia (SWI), Asade, menyoroti maraknya kecelakaan lalu lintas yang diduga melibatkan pengemudi di bawah pengaruh minuman beralkohol (mihol) di Surabaya.
Menurut Cak Sade, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena aktivitas masyarakat di Kota Pahlawan berlangsung hingga malam hari.
Baca juga: Revitalisasi Pasar Surabaya, Buleks Minta Prioritaskan Pedagang Pasar Tumpah
"Mereka datang ke Surabaya untuk menafkahi keluarganya yang ada di rumah," ujarnya, pada Jumaat (4/9).
Ia menyebut, dalam dua tahun terakhir terdapat sejumlah warga yang kehilangan nyawa akibat persoalan tersebut. Kondisi ini, menurutnya, tidak boleh dibiarkan.
"Dalam dua tahun terakhir ini ada banyak warga Surabaya yang sedang bekerja harus merenggang nyawa. Nah, ini tentu tidak bisa kita biarkan," tegasnya.
Baca juga: Abdul Ghoni Dorong Santri Adaptif Teknologi, Akhlak Tetap Jadi Pegangan
Melihat kondisi tersebut, Cak Sade mendorong DPRD dan Pemerintah Kota Surabaya untuk menyusun regulasi khusus yang mengatur pengawasan serta peredaran minuman beralkohol di Kota Surabaya.
"Menurut saya ini momen bagi DPRD dan Pemerintah Kota untuk mendorong lahirnya Peraturan Daerah tentang pengawasan peredaran minuman beralkohol di Kota Surabaya," sebutnya.
Baca juga: Setujui Raperda Air Limbah Domestik, Gerindra Minta Pemkot Surabaya Perhatikan Sanitasi Warga
Menurut dia, regulasi tersebut penting sebagai upaya melindungi warga yang masih beraktivitas pada malam hari, khususnya para pekerja yang mencari nafkah untuk keluarganya.
"Ini semata-mata demi melindungi warga Surabaya yang sedang bekerja mengais rezeki untuk menghidupi anak istri di rumah yang aktivitasnya di atas jam 7 malam," pungkasnya.
Editor : Redaksi