SUMEDANG - Kebahagiaan dirasakan para petani Kelompok Tani Cikedung setelah pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) bantuan Kementerian Pertanian Republik Indonesia selesai dilaksanakan.
Pekerjaan irigasi tersebut berada di area persawahan Desa Palasari, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Baca juga: MBG Beji Dua Bantah Cemari Saluran Irigasi Pertanian, Limbah Dapur Terlebih Dahulu Disaring
Setelah direhabilitasi, saluran irigasi kini kembali berfungsi dan mampu menyalurkan air menuju lahan pertanian warga. Saking senangnya, salah satu kelompok tani yang turut andil dalam pengerjaan terlihat berenang dengan girang dan bermain air di saluran irigasi yang baru selesai diperbaiki.
Bagi para petani, keberadaan jaringan irigasi ini sangat penting karena ketersediaan air dapat membantu mempercepat masa tanam serta mendukung produktivitas pertanian.
Kelompok Tani Cikedung sendiri menggarap lahan pertanian seluas sekitar 25 hektare yang membutuhkan dukungan jaringan irigasi yang memadai.
Ketua Kelompok Tani Cikedung, Asep, mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasinya bantuan RJIT tersebut.
“Alhamdulillah, petani khususnya Cikedung menyambut dengan ceria. Bisa mempercepat masa tanam,” ungkap Asep, Selasa (8/9)
Namun, pekerjaan RJIT yang saat ini telah terealisasi baru mencakup sekitar 100 meter jaringan irigasi tersier. Sementara masih terdapat sekitar 250 meter jaringan irigasi tersier yang belum terbangun dan masih dibutuhkan untuk menunjang pengairan lahan pertanian.
Baca juga: Bayi Dibuang di Sirnamulya, Polisi Kantongi Identitas Orangtuanya
Para petani berharap pemerintah dapat kembali memberikan bantuan agar pembangunan jaringan irigasi tersebut dapat dilanjutkan hingga seluruh kebutuhan sepanjang 250 meter dapat terpenuhi.
Asep juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta pemerintah yang selama ini dinilai telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan petani.
“Alhamdulillah, haturnuhun ka Bapak Amran dan ibu bapak PPL. Alhamdulillah pemerintah sudah banyak sekali membantu, terutama menstabilkan harga gabah,” katanya.
Ia berharap perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian terus dipertahankan, termasuk membantu pembangunan infrastruktur irigasi yang masih belum terselesaikan.
Baca juga: Tingkatkan Produktivitas, Petani Ujungjaya Dalami Budidaya Mangga Gedong Gincu
“Harapannya jangan kendor memperhatikan kami. Haturnuhun pisan pemerintah, terutama Kementerian Pertanian,” ujar Asep.
Dengan kembali berfungsinya jaringan irigasi, para petani berharap ketersediaan air untuk 25 hektare lahan garapan Kelompok Tani Cikedung semakin terjamin. Mereka juga berharap pembangunan lanjutan dapat segera direalisasikan sehingga seluruh jaringan irigasi yang dibutuhkan dapat berfungsi secara optimal.
Bagi para petani Cikedung, mengalirnya air ke areal persawahan bukan sekadar hasil pembangunan infrastruktur, tetapi menjadi harapan baru untuk mempercepat masa tanam, meningkatkan produktivitas, dan menjaga keberlanjutan pertanian masyarakat Desa Palasari.
Editor : Redaksi