MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka menggandeng Kodim 0617/Majalengka untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di tengah tekanan fiskal APBD. Pada Jumat, 18 September 2026, TNI dan Pemkab Majalengka meresmikan Jembatan Beton Garuda di Desa Bojongcideres, Kecamatan Dawuan, serta sumur bor di Desa Bantarjati, Kecamatan Kertajati.
Selain dua infrastruktur tersebut, Kodim 0617/Majalengka juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Gantung Perintis Merah Putih di Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh. Infrastruktur itu menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat, memenuhi kebutuhan air bersih, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Baca juga: Babinsa Jadi Ujung Tombak TNI AD dalam Membantu Masyarakat
Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto mengatakan Jembatan Beton Garuda menjadi akses penghubung Desa Bojongcideres dengan Desa Gandasari. “Hari ini kita telah meresmikan pengerjaan pembangunan Jembatan Beton Garuda yang berlokasi di Desa Bojongcideres, yang merupakan akses penghubung dengan Desa Gandasari,” ujar Rendra.
Menurut Rendra, Kodim 0617/Majalengka juga telah membangun sumur bor di empat titik yang diperuntukkan bagi wilayah yang rawan air bersih. Empat lokasi tersebut yakni Desa Bantarjati Kecamatan Kertajati, Desa Cipaku Kecamatan Kadipaten, Desa Wanajaya Kecamatan Kasokandel, dan Desa Naggerang Kecamatan Palasah.
Pembangunan sumur bor tersebut diharapkan membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air bersih, terutama saat musim kemarau. Sementara pembangunan Jembatan Gantung Perintis Merah Putih di Desa Putridalem memiliki panjang sekitar 108 meter dan lebar 1,8 meter. Jembatan itu akan menghubungkan Desa Putridalem dengan Desa Randegan Wetan.
Baca juga: Kodim 0617/Majalengka bersama warga membuka akses jalan Garawastu-Pasirayu
Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan kolaborasi dengan TNI menjadi penting ketika kemampuan fiskal daerah terbatas.
“Saya selaku pemerintah daerah dan Bupati sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih. Di saat kondisi fiskal APBD tertekan karena efisiensi, Bapak Presiden memiliki kebijakan melalui program fisik yang diserahkan kepada TNI untuk dikerjakan bersama Pemda,” ungkap Eman.
Baca juga: TNI Manunggal Sindangkasih di Kecamatan Rajagaluh Resmi Dibuka Pj Bupati Majalengka
Eman berharap kolaborasi pemerintah daerah dan TNI terus diperkuat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat ditangani. Menurut dia, kerja sama tersebut merupakan bentuk gotong royong antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat.
Rendra menyebut pembangunan berbagai infrastruktur tersebut merupakan bagian dari program kemanunggalan TNI Angkatan Darat bersama rakyat. “Presiden memberikan amanat kepada TNI untuk membangun 2.500 jembatan di Indonesia. Di Majalengka, Dandim sangat dinamis dan proaktif melihat kondisi masyarakat di Majalengka,” katanya.
Editor : Redaksi