Hujan Berhari-hari, 26 Bencana Terjadi di Majalengka

Tanah longsor di Majalengka
Tanah longsor di Majalengka

MAJALENGKA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Majalengka dalam beberapa hari terakhir memicu puluhan kejadian bencana alam. Hingga Sabtu (24/1), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka mencatat 26 kejadian bencana yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. BPBD bersama TNI, Polri, serta aparat desa masih melakukan penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pemantauan wilayah rawan, hingga pendataan dampak kerusakan.

Baca Juga: Wakapolri Tinjau Penanganan Dampak Bencana di Aceh Tamiang, Ratusan Kendaraan dan Personel Disiapkan

Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menginstruksikan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk bergerak cepat menangani lokasi terdampak, khususnya banjir dan longsor. Ia juga meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP3) segera mendata lahan pertanian yang terdampak banjir.

Sementara itu, Kepala DKP3 Majalengka Gatot Sulaeman menyebut sawah yang terdampak banjir tersebar di delapan kecamatan, yakni Jatitujuh, Kertajati, Ligung, Sumberjaya, Dawuan, Kasokandel, Cikijing, dan Cingambul, dengan luasan mencapai ratusan hektare.

Baca Juga: Polri Ungkap Dampak Besar Bencana di Aceh hingga Sumbar: 965 Warga Meninggal Dunia

Di Kecamatan Ligung, banjir terjadi akibat jebolnya Sungai Cimanuk di Desa Wanasalam. Camat Ligung Abdul Goni mengatakan sekitar 200 rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi hujan lebat masih diperkirakan terjadi hingga akhir Januari.

Baca Juga: Gerak Cepat Atasi Dampak Bencana Alam di Tengah Cuaca Ekstrem

“Dari data sementara tidak ada korban jiwa, namun terdapat rumah warga yang rusak dan beberapa akses jalan tertutup material longsor. Pendataan dan penanganan masih terus kami lakukan,” ujarnya.

Editor : Redaksi