Kampung Unik di Pemalang, Tiap Rumah Miliki Jembatan

Kampung Mengoneng di Kelurahan Bojongbata
Kampung Mengoneng di Kelurahan Bojongbata

PEMALANG - Kabupaten Pemalang dari dulu dikenal sebagai lahan pertanian subur. Karakter tanah gembur dan tidak banyak kandungan bebatuan di dalamnya, serta sistem saluran irigasi yang memadai, menjadikan daerah di jalur Pantura Provinsi Jawa Tengah ini sebagai sentra persawahan penghasil beras.Terutama di bagian pesisir utara kota yang dikenal dengan sebutan Pusere Jawa, lahan pertanian subur tampak terbentang luas.

Sistem pengairan yang ada menciptakan banyak saluran air untuk lahan pertanian di sini. Kampung Mengoneng di Kelurahan Bojongbata, Kecamatan Pemalang Kota menjadi salah satu contohnya.

Baca Juga: Sensasi Nikmati Mangga Istana Pemalang, Makannya Sambil Diputar

Banyak saluran air melintasi kampung tua yang sudah ada sejak ratusan tahun silam ini. Menurut catatan sejarah yang ada, Mengoneng merupakan pusat pemerintahan Kadipaten Pemalang pada zaman dulu.

Seiring bertambahnya permukiman warga yang mendiami sepanjang saluran air di Kampung Mengoneng, hampir setiap rumah kini membangun jembatan di depan rumahnya.

Jembatan ini berfungsi sebagai akses masuk bagi setiap warga yang membangun rumah persis di pinggiran atau depan saluran air yang mengalir mengelilingi kampung di Kelurahan Bojongbata, Kecamatan Pemalang Kota tersebut.

Menurut Mang Ipin (65), warga asli yang lahir dan menghabiskan hari tuanya di Kampung Mengoneng, pada sekitar tahun 1960-an ada 4 saluran air yang membelah kampung.

Rata-rata dari 4 saluran tersebut memiliki lebar antara 3 sampai 4 meter.

Hal ini bisa dibuktikan dengan masih berfungsinya pintu air sebagai pembagi debit air untuk mengaliri lahan persawahan warga.

Baca Juga: Bocah 8 Tahun di Pemalang Tenggelam, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

"Sekarang tinggal dua saluran airnya karena ditutup buat jalan, Mas," terang Mang Ipin, pada Rabu (3/6).

Thohir (40), salah satu penghuni yang rumahnya di depan saluran air, membangun jembatan di depan rumah yang juga digunakan sebagai tempat usaha.

Ia mengikutinya karena tetangga lain juga membangun jembatan di depan rumah mereka.

"Untuk izinnya dari kantor pengairan," katanya singkat.

Baca Juga: Sapi Kurban Terjun Bebas ke Sungai, Warga Hubungi Call Center 110 Polres Pemalang

Padatnya penduduk di daerah perkotaan membuat pembangunan rumah terus bertambah.

Sarana jalan serta jembatan di Kampung Mengoneng pun tidak dapat dihindari, sehingga setiap rumah di sini membangun jembatan di depan rumahnya.

Kampung yang dikelilingi saluran air ini semakin padat oleh hunian warga. Pembangunan jembatan, baik dari kayu maupun cor beton, membuat Kampung Mengoneng terlihat bak kampung seribu jembatan, selain juga dikenal sebagai kampung sejarah berdirinya Kabupaten Pemalang. 

Editor : Redaksi