Majalengka Jadi Lokasi Demplot Bawang Putih Kementan, Digelar di Nunuk dan Kancana

Penanaman bibit bawang putih
Penanaman bibit bawang putih

MAJALENGKA — Pemerintah Kabupaten Majalengka mendapat dukungan Kementerian Pertanian untuk mengembangkan budidaya bawang putih. Tahun ini, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menyiapkan demplot di Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, dan Desa Kancana, Kecamatan Cikijing.

Penanaman bawang putih secara serentak digelar di Desa Nunuk, Rabu (19/8). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan pengembangan bawang putih di 17 provinsi untuk mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional.

Baca Juga: Persima U-17 Bawa 25 Pemain ke Piala Soeratin, Dispora Majalengka Sebut Mereka Aset Daerah

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan pengembangan bawang putih bukan hal baru bagi pemerintah daerah. Sejumlah uji coba telah dilakukan untuk menemukan varietas dan lokasi yang sesuai dengan kondisi agroklimat Majalengka.

“Untuk komoditas bawang putih di Majalengka, sebelumnya pernah kita lakukan uji coba tanam atau demplot di Cikaracak, Kecamatan Argapura. Namun ternyata kurang cocok,” ujar Eman.

Pemkab kemudian mengembangkan budidaya bawang putih di kawasan Nunuk Baru menggunakan jenis lokal. Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan Universitas Majalengka untuk menguji varietas Starmill 99.

Namun, varietas tersebut menghadapi persoalan di sisi pasar karena ukuran umbinya relatif kecil.

“Karakteristik Starmill 99 ini umbinya relatif kecil-kecil, sehingga kurang bisa diterima oleh pasar. Tetapi kami tidak berhenti. Terus dilakukan uji coba dan pengembangan lebih lanjut agar kita mendapatkan varietas yang sesuai, baik dari sisi produktivitas maupun kebutuhan pasar,” katanya.

Baca Juga: Bupati Eman Lepas Persima U-17 ke Piala Soeratin, Target Naik dari 8 Besar ke 4 Besar

Pada 2026, dukungan Kementan diwujudkan melalui dua demplot dengan luas masing-masing 0,5 hektare. Total luas demplot mencapai satu hektare.

Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan selain demplot, petani juga mengembangkan bawang putih di lahan yang lebih luas.

Di Desa Nunuk, budidaya bawang putih mencapai sekitar satu hektare. Sementara di Desa Kancana luasnya mencapai sembilan hektare.

“Artinya, selain demplot untuk pengujian dan pengembangan teknologi maupun varietas, kita juga sudah memiliki areal budidaya yang dikembangkan petani. Ini menjadi modal penting untuk melihat potensi bawang putih di Majalengka,” ujar Gatot.

Baca Juga: HUT RI ke-81, Ekonomi Majalengka Tumbuh 6,86 Persen, Surplus Beras Capai 122.421 Ton

Pengembangan tersebut akan didampingi untuk memperbaiki produktivitas, kualitas hasil panen, kesesuaian varietas hingga pemasaran.

Bupati Eman berharap dukungan lintas sektor dapat memperkuat pengembangan bawang putih di Majalengka.

“Kami berharap dengan dukungan dari Polri, pengembangan bawang putih di Majalengka dapat semakin baik, sehingga ke depan bisa ikut mewujudkan swasembada bawang putih nasional,” katanya.

Editor : Redaksi