MAJALENGKA — Budidaya bawang putih di Kabupaten Majalengka mulai diperluas. Selain mendapat dukungan demplot dari Kementerian Pertanian, petani di Desa Nunuk, Kecamatan Maja, dan Desa Kancana, Kecamatan Cikijing, telah mengembangkan bawang putih di lahan sekitar 10 hektare.
Di Nunuk, lahan budidaya mencapai sekitar satu hektare. Adapun di Kancana luasnya sekitar sembilan hektare. Pemerintah daerah berharap perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung swasembada bawang putih nasional.
Baca Juga: Polda Jatim dan Petani Tanam Bawang Putih di Lahan $eluas 1,5 Hektare
Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan pemerintah tidak hanya mengembangkan demplot, tetapi juga mendampingi petani yang telah menanam bawang putih.
“Untuk demplot dari Kementan, di Nunuk seluas 0,5 hektare dan di Kancana juga 0,5 hektare. Jadi total demplot Kementan mencapai satu hektare,” kata Gatot.
Menurut dia, demplot diperlukan untuk menguji teknologi dan varietas yang paling sesuai dengan kondisi lahan Majalengka. Hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan budidaya oleh petani.
Pengembangan bawang putih di Majalengka sebelumnya telah melalui sejumlah uji coba. Salah satunya di Cikaracak, Kecamatan Argapura, yang dinilai belum sesuai dengan kondisi setempat.
Pemerintah kemudian mencoba mengembangkan bawang putih di Nunuk Baru dengan varietas lokal serta menggandeng Universitas Majalengka untuk menguji varietas Starmill 99.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan pencarian varietas yang sesuai masih terus dilakukan. Pemerintah tidak hanya mempertimbangkan produktivitas, tetapi juga kebutuhan pasar.
“Karakteristik Starmill 99 ini umbinya relatif kecil-kecil, sehingga kurang bisa diterima oleh pasar. Tetapi kami tidak berhenti,” ujar Eman.
Baca Juga: Antisipasi Kemarau Lebih Awal, Petani Majalengka Didorong Tanam Lebih Cepat
Petani bawang putih Desa Nunuk, Cecep, mengatakan dukungan pemerintah dibutuhkan terutama dalam penyediaan bibit, teknologi budidaya, pendampingan dan pemasaran.
“Kami sebagai petani tentu sangat mendukung. Selama ini kami ingin mencoba dan mengembangkan bawang putih, tetapi memang ada tantangan dari bibit, cara perawatan sampai pemasaran,” katanya.
Menurut Cecep, kepastian pasar menjadi salah satu faktor penting bagi petani untuk memperluas tanaman bawang putih.
“Harapan kami hasilnya bagus dan ada pasar yang jelas. Kalau hasilnya bagus dan harganya menguntungkan, petani pasti lebih semangat untuk menanam bawang putih,” ujarnya.
Kapolres Majalengka Muhammad Aldy Sulaiman mengatakan Polri siap mendukung pengembangan komoditas tersebut. Dukungan dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, penyuluh, kelompok tani dan masyarakat.
Baca Juga: Petani di Pemalang Terancam Gagal Panen Akibat Serangan Hama Tikus
“Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Karena itu, Polri siap mendukung program pemerintah, termasuk pengembangan bawang putih di Majalengka,” katanya.
Ia berharap penanaman tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dilanjutkan dengan perawatan dan pendampingan hingga menghasilkan produksi.
“Yang paling penting adalah bagaimana setelah ditanam ini bisa dirawat, tumbuh dengan baik dan menghasilkan,” ujar Aldy.
Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap pengembangan bawang putih tersebut dapat menghasilkan pola budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan sekaligus memenuhi kebutuhan pasar. Dengan begitu, bawang putih tidak hanya menjadi komoditas uji coba, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah.
Editor : Redaksi