Bunda PAUD Majalengka Dorong Pembelajaran PAUD yang Tak Monoton

SAE Ceria
SAE Ceria

MAJALENGKA – Bunda PAUD Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah, mendorong pembelajaran anak usia dini tidak terpaku pada kegiatan di dalam kelas.

Melalui program SAE Ceria, anak-anak diajak belajar dari lingkungan sekitar dengan pengalaman yang menyenangkan, konkret dan sesuai dengan usia mereka.

Baca Juga: SAE Ceria Bawa Anak PAUD Belajar Langsung di Pendopo Majalengka

Hal itu terlihat saat puluhan anak TK Al-Farisi mengikuti kegiatan di Pendopo Kabupaten Majalengka, Kamis (24/9).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual untuk memperkenalkan anak pada lingkungan pemerintahan sekaligus mengembangkan kemampuan sosial dan rasa ingin tahu.

“SAE Ceria ini merupakan salah satu upaya kita memberikan pendidikan yang inklusif dan menyenangkan bagi anak-anak. Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga bisa dilakukan di lingkungan luar sekolah,” ujar Iim.

Menurut Iim, pengalaman langsung penting bagi anak usia dini karena mereka dapat melihat dan merasakan objek pembelajaran. Dari pengalaman itu, anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk berkomunikasi dan bersosialisasi.

Baca Juga: Perkuat Literasi Anak Lewat Animasi dan Wisata Sejarah Bunda PAUD Majalengka Luncurkan “SAE Ceria"

“Yang paling penting anak-anak merasa senang. Dari rasa senang itu muncul rasa ingin tahu, kemudian mereka mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Jadi belajar sambil bermain, belajar sambil melihat langsung lingkungan di sekitarnya,” katanya.

Kabid PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Budi Winarto, mengatakan pembelajaran PAUD perlu menyesuaikan karakteristik anak usia dini. Kegiatan konkret dan menyenangkan, kata dia, dapat membantu perkembangan anak di luar kemampuan akademik.

“Ini sejalan dengan upaya kita menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, aman, nyaman dan berpusat pada anak. Jadi bukan hanya mengejar kemampuan akademik, tetapi bagaimana anak tumbuh secara utuh,” ujarnya.

Baca Juga: HKG PKK Ke-53: Wujudkan Visi Majalengka Langkung Sae

Menurut Budi, pembelajaran di luar kelas dapat membantu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, kemandirian, sosial emosional, serta keberanian anak untuk bertanya dan menyampaikan pendapat.

Kepala TK Al-Farisi, Nani Suryani, mengatakan anak-anak menunjukkan antusiasme selama mengikuti kegiatan. Ia berharap pembelajaran di luar sekolah dapat dilakukan secara berkelanjutan karena memberikan pengalaman berbeda bagi peserta didik.

Program SAE Ceria sendiri merupakan Storytelling Edukatif untuk Anak melalui Cerita Animasi Majalengka. Program tersebut dikembangkan sebagai pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual serta diarahkan untuk memperkuat literasi dan mengenalkan anak pada lingkungan, sejarah dan budaya daerah.

Editor : Redaksi