Merajut Keteguhan Iman Lapas Cipinang Optimalkan Pembinaan Tahfidz Al-Qur’an Warga Binaan

Reporter : Ragil S
Pembinaaan kepribadian berbasis keagamaan

JAKARTA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus optimalkan pembinaan kepribadian berbasis keagamaan melalui kegiatan tahfidz dan pembelajaran Al-Qur’an yang diikuti oleh Warga Binaan, Jumat (30/1).

Program ini menjadi bagian dari strategi pembinaan untuk membentuk ketenangan batin, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan kesadaran spiritual sebagai bekal menjalani masa pidana dan proses reintegrasi sosial.

Baca juga: Primkopasindo Lapas Cipinang Dorong Pemasaran Karya Warga Binaan melalui Latucipmart

Kegiatan tahfidz dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, mencakup pembacaan, penghafalan, serta pemahaman makna ayat-ayat suci Al-Qur’an. Proses ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga membangun kedisiplinan, ketekunan, serta penghayatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari Warga Binaan. 

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan mental Warga Binaan. 

“Pembinaan spiritual melalui Al-Qur’an menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran diri, ketenangan hati, dan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Kami ingin Warga Binaan tidak hanya menjalani pidana, tetapi juga mengalami proses perbaikan diri secara utuh,” tegas Wachid. 

Baca juga: Kalapas Cipinang Pimpin Penghormatan Terakhir Kabid Bimkemas Ditjenpas DKI Jakarta

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Lapas Cipinang, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa program tahfidz Al-Qur’an merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang terstruktur dan berkesinambungan.

“Melalui kegiatan mengaji dan menghafal Al-Qur’an, Warga Binaan dibina untuk memiliki kedisiplinan, ketekunan, serta penguatan nilai-nilai moral. Ini menjadi fondasi penting dalam membentuk sikap positif, baik selama menjalani masa pidana maupun saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial AK mengungkapkan bahwa kegiatan tahfidz memberikan dampak positif bagi kondisi batin dan motivasinya untuk berubah.

Baca juga: Siapkan Masa Depan Warga Binaan Lapas Cipinang Belajar Menjahit

“Mengaji dan menghafal Al-Qur’an membuat hati lebih tenang dan pikiran lebih fokus. Kegiatan ini membantu saya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkapnya. 

Melalui penguatan pembinaan tahfidz Al-Qur’an, Lapas Cipinang menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan kepribadian yang humanis, bermakna, dan berorientasi pada perubahan perilaku. Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam semangat Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, guna membentuk Warga Binaan yang berakhlak, berdaya saing, dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. 

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru