‎Silaturahmi dengan Jurnalis, Johari Mustawan Soroti Masalah Administrasi Kependudukan di Surabaya

Reporter : Aldi Fakhrudin
Johari Mustawan bersama jurnalis dewan Surabaya

‎‎SURABAYA - Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKS, Johari Mustawan, menggelar acara buka puasa bersama insan pers di Surabaya pada Selasa (10/3). 

‎Kegiatan yang berlangsung di ruang meeting lantai 2 Hotel Sahid, Jalan Gubeng tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi santai antara wakil rakyat dan para jurnalis.

Baca juga: Johari Mustawan Minta Sekda Baru Optimalkan PAD dan Tingkatkan Anggaran Pendidikan

‎Dalam sambutannya, Johari Mustawan menyampaikan harapannya agar hubungan antara DPRD dan insan pers semakin erat. Ia menilai media memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis bagi para wakil rakyat dalam mengawal kebijakan publik.

‎Menurut Johari, komunikasi yang terbuka dengan jurnalis sangat diperlukan agar berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara tepat.

‎“Insya Allah semoga dengan teman-teman ini kita bisa lebih banyak saling mengenal dan berinteraksi. Hal-hal yang diharapkan dari kami di Dewan, baik sebagai anggota Komisi D, Badan Anggaran, Fraksi PKS, maupun di panitia khusus, silakan disampaikan. Kami siap menerima masukan untuk kepentingan masyarakat Kota Surabaya,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Johari juga menyoroti persoalan pemblokiran Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang belakangan ramai dikeluhkan warga Surabaya. Berdasarkan aspirasi yang ia terima saat masa reses di 12 titik wilayah, persoalan tersebut menjadi keluhan dominan masyarakat.

‎Ia mengaku miris melihat dampak kebijakan tersebut, terutama bagi warga yang sudah puluhan tahun tinggal di Surabaya namun tiba-tiba menghadapi masalah administrasi kependudukan.

Baca juga: Dorong Surabaya Lebih Maju, Bang Jo Targetkan IPM Naik dan Pengangguran Turun

‎“Banyak warga yang sudah lama tinggal di Surabaya, bahkan puluhan tahun, tiba-tiba KTP atau KK-nya diblokir. Ini dampaknya sangat besar, apalagi kalau sampai berpengaruh pada akses layanan sosial,” ungkapnya.

‎Johari menyampaikan apresiasi terhadap adanya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang bertujuan memperbaiki akurasi data masyarakat. Namun, ia menilai proses verifikasi data harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak merugikan warga.

‎Ia menyebut terdapat sekitar 118 ribu kepala keluarga yang belum sinkron antara domisili dan data KTP. Kondisi ini berpotensi memengaruhi akses masyarakat terhadap bantuan sosial, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

‎Karena itu, Johari berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat segera melakukan verifikasi data sekaligus memberikan kebijakan diskresi bagi warga yang memang telah lama tinggal di kota tersebut.

Baca juga: Johari Mustawan Dorong Dindik Kawal SPMB, Tekankan Hak Pendidikan untuk Semua

‎“Kami berharap wali kota bisa melakukan verifikasi dan memberikan diskresi bagi warga yang memang sudah lama tinggal di Surabaya agar tetap mendapatkan layanan sosial, pendidikan, dan kesehatan,” katanya.

‎Sementara itu, Ketua Pokja Jurnalis Dewan Surabaya sekaligus Ketua Seksi Surabaya PWI Jawa Timur, Inyong Maulana, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa jurnalis harus tetap menjaga sikap kritis dalam menjalankan profesinya.

‎“Wartawan tetap harus kritis dalam kondisi apa pun. Itu sudah menjadi pilihan hidup kita sebagai jurnalis, sehingga segala risiko harus siap kita hadapi,” paparnya.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru