Serap Aspirasi Bunda PAUD, Johari Mustawan Soroti Kesejahteraan Guru dan Fasilitas Pendidikan ‎

Reses Johari Mustawan
Reses Johari Mustawan

‎SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan, menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) di Balai RW 08 Babatan Pratama, Kecamatan Wiyung, pada Senin (25/5) malam.

‎Dalam kegiatan tersebut, Johari yang akrab disapa Bang Jo menerima berbagai aspirasi dari para bunda PAUD, mulai dari persoalan kesejahteraan tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran, hingga dukungan pemerintah terhadap pendidikan anak usia dini.

Baca Juga: Reses di Krembangan Utara, Achmad Nurdjayanto Tampung Aspirasi Warga soal Drainase hingga PIP

‎Menanggapi aspirasi tersebut, Bang Jo menegaskan bahwa PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus mempersiapkan kemampuan belajar anak sejak usia dini.

‎“PAUD memiliki peran sentral dalam mencetak generasi emas. Pemerintah Kota Surabaya juga telah menindaklanjutinya melalui Perwali Nomor 41 Tahun 2024 tentang Standar Pelayanan Minimal PAUD,” ujar Bang Jo.

‎Menurutnya, regulasi tersebut menegaskan tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan fasilitas belajar yang memadai serta tenaga pendidik berkualitas bagi anak usia 5–6 tahun. Rentang usia tersebut dikenal sebagai golden age atau masa emas tumbuh kembang anak.

‎Karena itu, Bang Jo menilai perhatian terhadap pendidikan PAUD tidak boleh dilakukan setengah hati. Ia menekankan bahwa para pendidik PAUD memiliki tanggung jawab besar dalam mendampingi anak pada masa perkembangan penting, sehingga kesejahteraan mereka juga perlu mendapat perhatian serius.

‎“Tugas pendidik PAUD sangat besar karena mendampingi anak-anak pada masa emas pertumbuhan mereka. Oleh sebab itu, kesejahteraan tenaga pendidik juga perlu diperhatikan,” katanya.

Baca Juga: Reses di Kedurus, Siti Mariyam Serap Aspirasi Warga soal Balai RW, PAUD hingga BPJS Terblokir

‎Dalam kesempatan itu, politisi PKS tersebut juga menyampaikan sejumlah program beasiswa yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Program tersebut meliputi beasiswa PAUD, beasiswa bagi warga kurang mampu, serta beasiswa bagi penghafal kitab suci.

‎Ia berharap informasi mengenai program beasiswa tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya para orang tua dan pengelola PAUD, sehingga akses pendidikan anak semakin terbuka dan merata.

‎Selain persoalan kesejahteraan tenaga pendidik, Bang Jo turut menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas PAUD yang aman dan nyaman guna mendukung proses belajar mengajar.

Baca Juga: Turun ke Warkop hingga Balai RW, Sukadar Tampung Keluhan Warga Soal Infrastruktur dan Data Sosial

‎“Fasilitas PAUD menjadi tanggung jawab pemerintah karena berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar,” tegasnya.

‎Bang Jo memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan warga, termasuk para bunda PAUD, akan dicatat dan diperjuangkan melalui fungsi pengawasan serta penganggaran DPRD.

‎“Aspirasi panjenengan semua akan kami kawal. Semoga ke depan layanan PAUD di Surabaya semakin baik,” pungkasnya.

Editor : Redaksi