SURABAYA - Selain siagakan Posko Kesehatan BBKK Surabaya juga mengantisipasi potensi peningkatan penyakit yang umum terjadi saat mudik, seperti ISPA, diare, hipertensi, serta gangguan kesehatan akibat kelelahan perjalanan.
Berdasarkan data posko, kasus yang paling banyak ditangani saat ini adalah hipertensi dan infeksi saluran pernapasan.
Baca juga: Layani Pemudik BBKK Surabaya Siagakan Posko Kesehatan
Di sisi lain, kewaspadaan terhadap penyakit dari luar negeri tetap ditingkatkan. Beberapa penyakit yang terus dipantau antara lain COVID-19, Mpox, demam kuning, meningitis, dan legionellosis.
Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, mengatakan untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan, masyarakat diimbau mempersiapkan diri sebelum mudik, memastikan kondisi tubuh fit, membawa obat pribadi, menjaga pola makan, serta memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis di posko mudik.
Baca juga: BBKK Surabaya Siagakan 10 Ambulans Sambut Kepulangan Jemaah Haji Risiko Tinggi
Rosidi juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan, bukan hanya saat tiba di kampung halaman.
“Jangan hanya fokus sampai tujuan. Pastikan kondisi tubuh tetap terjaga selama perjalanan agar bisa merayakan Lebaran dengan optimal bersama keluarga,” tegasnya, Kamis (19/3)
Baca juga: BBKK Surabaya Siapkan Langkah Preventif Pemulangan Jemaah Haji
BBKK Surabaya juga terus berkoordinasi dengan operator transportasi dan pemerintah daerah dalam menyebarluaskan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Dengan berbagai upaya tersebut, BBKK Surabaya berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih sehat, aman, dan nyaman.
Editor : Redaksi