MAJALENGKA — Pemerintah Kabupaten Majalengka menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan di sektor pendidikan.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, mencatat terdapat 10.374 anak belum mengenyam pendidikan formal pada tahun ajaran 2025/2026.
Baca juga: IPM Tertinggi di Ciayumajakuning, Bupati Majalengka Tekankan Peran Pendidikan
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Saya instruksikan seluruh jajaran untuk memastikan ke depan tidak ada lagi anak-anak Majalengka yang tidak bersekolah. Pendidikan adalah hak dasar setiap warga,” tegasnya saat peringatan Hardiknas 2026, Sabtu (2/5).
Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, menyatakan pihaknya akan memperkuat program jemput bola untuk menekan angka ATS.
“Kami siap menjalankan instruksi Bapak Bupati. Fokus kami tahun 2026 adalah memperkuat sinergi lintas sektor melalui program jemput bola agar anak-anak yang putus sekolah bisa kembali mengakses pendidikan,” ujarnya.
Baca juga: Baju Adat, Air Mata, dan Harapan: Hardiknas MAN 6 Jombang Nyalakan Mimpi Juara dan Pengusaha Muda
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Majalengka, Iman Pramudiya, menilai penanganan ATS membutuhkan langkah yang lebih masif dan kolaboratif.
“Kami mengapresiasi capaian IPM Majalengka yang terus meningkat. Namun angka ATS yang masih di atas 10 ribu menunjukkan perlunya langkah yang lebih masif dan kolaboratif,” ungkapnya.
Baca juga: PW Ansor Jatim Ajak Pemuda Bangkit dan Jadi Motor Inovasi
Ia menambahkan, penanganan ATS perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha, serta diperkuat melalui pendidikan nonformal dan kesetaraan.
“Pendekatan jemput bola harus diperkuat dengan pendampingan sosial, termasuk memastikan faktor ekonomi, lingkungan, dan motivasi belajar anak turut diperhatikan. Kami mendorong adanya gerakan bersama agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dari akses pendidikan,” tegasnya.
Editor : Redaksi