SURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Faris Abidin, menyoroti kinerja kontraktor pelaksana proyek pembangunan di Kota Surabaya yang saat ini menghadapi berbagai tantangan akibat kondisi ekonomi global.
Menurut Faris, melemahnya nilai tukar rupiah memberikan dampak signifikan terhadap kenaikan harga bahan baku, terutama material yang masih bergantung pada impor. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan di Kota Pahlawan.
Baca juga: Cegah Jukir Liar, DPRD Surabaya Dukung Transparansi Data Petugas Parkir
“Kondisi ini menuntut adanya penyesuaian harga kontrak dari pemerintah kota. Jika diselesaikan dengan baik, pelaksanaan pekerjaan bisa lebih lancar dan dipercepat, apalagi kita sudah memasuki pertengahan tahun,” ujar Faris, Selasa (9/6).
Ia menilai, penyesuaian harga kontrak menjadi langkah penting karena lonjakan harga material secara langsung memengaruhi kemampuan kontraktor dalam memenuhi kebutuhan proyek yang sedang berjalan.
Selain itu, politisi asal PKS itu juga menyoroti mekanisme pembayaran proyek yang dinilai masih memerlukan perbaikan agar tidak menghambat perputaran modal para kontraktor.
“Mekanisme pembayaran yang memakan waktu lama menghambat perputaran modal kontraktor. Ini juga perlu diperbaiki agar tidak mengganggu penyelesaian pekerjaan di lapangan,” imbuhnya.
Baca juga: Persoalan DTSEN hingga Guru TPQ Jadi Sorotan Reses Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya
Faris juga berharap adanya upaya stabilisasi harga, khususnya terhadap bahan baku impor yang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah dan dinamika geopolitik internasional.
“Kita juga berharap ada stabilisasi harga, terutama bagi bahan baku impor. Pemerintah harus cerdas merespons kondisi geopolitik dan nilai tukar saat ini,” katanya.
Dengan demikian, pihaknya menyebut keberlanjutan pembangunan harus tetap menjadi perhatian bersama. Pasalnya, sejumlah program prioritas pemerintah daerah seperti penanganan banjir, perbaikan infrastruktur jalan, hingga pengembangan transportasi publik sangat bergantung pada kelancaran pelaksanaan proyek.
Baca juga: Reses di Kedurus, Siti Mariyam Serap Aspirasi Warga soal Balai RW, PAUD hingga BPJS Terblokir
“Program-program tersebut harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, berbagai kendala yang ada perlu segera dicarikan solusi,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Faris memastikan DPRD Surabaya akan membahas kondisi tersebut bersama pemerintah kota guna memastikan seluruh program pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.
“Kami akan bahas bersama apakah anggaran saat ini sudah cukup atau perlu penyesuaian. Jika ada kendala, akan didiskusikan kembali antara legislatif dan eksekutif. Kami juga akan meninjau kembali rencana pembiayaan agar tetap berjalan hati-hati namun tetap produktif,” pungkasnya.
Editor : Redaksi