Banyak Warga Keluhkan Tekanan Air Rendah, Komisi B DPRD Panggil PAM Surya Sembada ‎

Reporter : Aldi Fakhrudin
Bagas Imam Waluyo

‎SURABAYA – Komisi B DPRD Surabaya menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada Surabaya terkait keluhan masyarakat atas layanan distribusi air bersih, pada Rabu (10/6).

‎Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Bagas Imam Waluyo, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah aspirasi warga yang diterima anggota dewan saat kegiatan reses, khususnya terkait distribusi air bersih di kawasan Surabaya Timur.

Baca juga: Iduladha 1447 H, PAM Surya Sembada Tebar Kepedulian Lewat 13 Sapi Kurban ‎

‎Menurutnya, banyak pelanggan mengeluhkan tekanan air yang rendah sehingga kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi secara maksimal.

‎“Masih ada warga yang mengeluhkan air mengalir kecil bahkan tidak lancar pada waktu-waktu tertentu. Keluhan seperti ini cukup banyak kami terima saat turun ke masyarakat,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, gangguan distribusi air sempat terjadi akibat kebocoran pipa utama di kawasan Jalan Merr yang beberapa waktu lalu menjadi perhatian publik. Insiden tersebut berdampak pada pasokan air di sejumlah wilayah meskipun perbaikan berhasil dilakukan dalam waktu singkat.

‎Namun demikian, politisi muda asal Partai Gerindra itu menilai, penyelesaian gangguan teknis saja tidak cukup. Ia meminta PDAM melakukan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu pelayanan kepada pelanggan.

‎Selain persoalan jaringan distribusi, Komisi B juga menerima laporan terkait sejumlah fasilitas umum di tingkat lingkungan yang belum memperoleh pasokan air secara optimal. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian karena fasilitas publik memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat.

Baca juga: Respon Cepat PAM Surya Sembada Tangani Kebocoran Pipa Utama 1000mm di Kawasan Merr

‎Bagas menegaskan bahwa kecepatan penanganan aduan harus menjadi prioritas utama perusahaan daerah tersebut. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa setiap laporan yang disampaikan akan segera ditindaklanjuti.

‎“Kami berharap setiap laporan pelanggan bisa segera ditangani. Jangan sampai masyarakat harus menunggu berhari-hari untuk mendapatkan solusi atas masalah yang mereka alami,” katanya.

‎Komisi B DPRD Surabaya juga menemukan adanya laporan warga mengenai lokasi yang telah disurvei oleh petugas PDAM, namun belum mendapatkan tindak lanjut berupa perbaikan ataupun penanganan teknis.

‎“Kami meminta agar survei tidak berhenti sebagai pendataan saja. Setelah petugas turun ke lapangan, harus ada langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemukan,” tegas Bagas.

Baca juga: Lewat Aplikasi CIS, PAM Surya Sembada Tingkatkan Akurasi dan Transparansi Tagihan ‎

‎Meski memberikan sejumlah evaluasi, ia juga mengapresiasi upaya pembenahan yang sedang dilakukan manajemen PDAM Surabaya. Menurutnya, terdapat perubahan positif dalam pola kerja dan kecepatan penanganan dibandingkan periode sebelumnya.

‎Bagas berharap momentum pembenahan tersebut dapat terus berlanjut melalui peningkatan kualitas layanan pelanggan, pemeliharaan jaringan distribusi secara berkala, serta penguatan sistem pengaduan berbasis digital agar masyarakat lebih mudah menyampaikan keluhan dan memantau proses penyelesaiannya.

‎“Tujuan akhirnya adalah memastikan seluruh warga Surabaya mendapatkan layanan air bersih yang cepat, mudah, dan berkualitas,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru