SURABAYA - Penerapan sistem parkir digital mulai menunjukkan tren positif atas kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir sebesar 10 persen.
Menanggapi capaian tersebut, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, M. Eri Irawan, memberikan apresiasi atas peningkatan pendapatan dari sektor parkir tersebut, dan mendorong agar digitalisasi parkir diperluas ke seluruh titik parkir tepi jalan umum.
Baca juga: Reses di Dapil 5, Josiah Temukan Keluhan Infrastruktur hingga Masalah Desil Bansos
"Kita mendorong agar ini semakin diperluas sehingga nanti secara akumulatif itu ada kenaikan signifikan terhadap retribusi parkir dari tepi jalan itu," ujarnya pada Rabu (17/6).
Eri, sapaan akrabnya, mengatakan berdasarkan hasil riset di sejumlah kota di luar negeri yang telah menerapkan sistem parkir digital, terjadi peningkatan pendapatan hingga 15 persen dibandingkan sebelumnya.
"Jadi ini sebenarnya sudah on track, tinggal kita mendorong agar semuanya menjadi lebih merata dan diterapkan dengan baik serta yang paling penting soal pengawasan," katanya.
Politisi muda asal PDI Perjuangan itu berharap penerapan sistem parkir digital dapat segera menjangkau seluruh titik parkir yang ada di Surabaya.
"Kita berharap semuanya nanti merata pada 1.500 parkir ini sehingga tidak ada lagi alasan untuk sulit pembayaran non tunai karena selama ini kan masyarakat memakai QRIS sudah sangat biasa," paparnya.
Selain itu, Eri mengungkapkan bahwa saat ini juga tengah dilakukan uji coba pemanfaatan CCTV parkir yang mampu menghitung Satuan Ruang Parkir (SRP). Uji coba tersebut telah dilaksanakan di kawasan Taman Bungkul.
Baca juga: Buchori Imron Minta DLH Cegah Truk Sampah Bermasalah Beroperasi, Hindari Kebocoran Air Lindi
"Nah, itu sekarang sedang dipadukan antara hitungan manual dengan hitungan CCTV. Nah, itu memang ada beberapa hal yang masih harus disempurnakan dalam sistemnya," jelasnya.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah kendala teknis yang perlu dibenahi agar sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut dapat bekerja lebih akurat.
"Karena misalnya apa mobil agak berbelok sedikit ke garisnya itu sudah dihitung parkir padahal dia hanya lewat saja. Nah, itu sekarang sedang disempurnakan karena ini kan berbasis AI ya. Jadi dia harus belajar terus setiap hari sehingga nanti bisa semakin sempurna sistemnya kita bisa mengawasi lewat CCTV itu juga," terangnya.
Terkait pemasangan foto juru parkir (jukir) di titik-titik parkir, Eri menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan hasil rapat antara Komisi C DPRD Surabaya dan Dinas Perhubungan.
Baca juga: Faris Abidin Soroti Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Proyek Pembangunan di Surabaya
"Ini sudah dilaksanakan secara bertahap dan sudah meminta pendapat hukum juga pendapat ahli bahwa memasang foto jukir itu tidak melanggar perlindungan data pribadi di titik-titik di tempat kerja," ungkapnya.
Saat ditanya mengenai persentase titik parkir yang telah memasang foto jukir, Eri mengatakan pelaksanaannya masih dalam tahap simulasi.
"Ini masih simulasi, mungkin belum sampai 5% atau 10% dari titik itu ya tapi ini simulasi setelah bertahap terus kita dorong agak dipercepat sehingga akhir tahun nanti 1.500 titik ini semua sudah ada fotonya," pungkasnya.
Editor : Redaksi