Ansor Jatim Dukung Penuh Bea Cukai dan BNN Berantas Jaringan Narkotika Internasional

Reporter : Ika chairani
Ketua Ansor Jatim, Musaffa' Safril

SURABAYA – Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Republik Indonesia dan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI atas keberhasilan menggagalkan penyelundupan 3.371,4 kilogram atau sekitar 3,37 ton bunga dan pucuk ganja asal Thailand yang masuk melalui Pelabuhan Internasional Tanjung Priok.

Pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi gabungan Bea Cukai dan BNN RI. Petugas berhasil membongkar modus penyamaran (false concealment) dengan menyembunyikan narkotika di dalam koper serta gulungan matras lateks. Pengembangan operasi hingga Gresik dan Purwakarta itu berhasil mengamankan barang bukti sekitar 3,37 ton ganja yang diperkirakan dapat menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Baca juga: Ansor Jatim Dorong Semangat Pemuda Berdampak, Program Bedah Rumah di Lenteng Dimulai

Musaffa menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari bahaya peredaran narkotika.

"Keberhasilan ini bentuk nyata penyelamatan jutaan anak bangsa dari ancaman narkotika. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bea Cukai dan BNN RI atas kerja profesional, sinergis, dan tanpa kompromi dalam membongkar jaringan internasional ini," ujar Musaffa, Sabtu (4/7).

Baca juga: LBH Ansor Jatim Soroti Kasus Kuota Haji: “Hukum Harus Lebih Terang dari Cahaya”

Menurutnya, perang melawan narkoba tidak boleh mengenal kompromi. Siapa pun yang menjadikan generasi muda sebagai sasaran bisnis haram narkotika merupakan musuh bangsa. Karena itu, PW GP Ansor Jawa Timur mendukung penuh langkah aparat dalam memburu dan memutus seluruh mata rantai jaringan narkotika, mulai dari pelaku lapangan hingga aktor intelektual di baliknya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kader Ansor dan Banser, untuk memperkuat ketahanan sosial melalui edukasi serta meningkatkan kepedulian terhadap bahaya narkoba.

Baca juga: LBH Ansor Jatim Kecam Dugaan Kekerasan Seksual Balita di Sumenep

"Menjaga generasi dari narkotika adalah ikhtiar menjaga masa depan Indonesia. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi bandar narkoba di negeri ini. Melindungi generasi bangsa adalah harga mati," tegas Musaffa.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru