PERSAGI Siapkan Lulusan Gizi Jadi Wirausaha, Dukung Program MBG hingga Sekolah Rakyat

PERSAGI Siapkan Lulusan Gizi Jadi Wirausaha
PERSAGI Siapkan Lulusan Gizi Jadi Wirausaha

SURABAYA – Peluang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang semakin kompetitif mendorong Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) menyiapkan alternatif bagi lulusan gizi untuk mandiri melalui jalur kewirausahaan.

Hal itu disampaikan dalam rangkaian Temu Ilmiah Nasional (TIN) II PERSAGI di Surabaya, Sabtu (4/7). PERSAGI juga menggandeng Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membuka peluang usaha di bidang pangan dan layanan makanan (food service).

Baca Juga: ISNA Perkuat Pembinaan Atlet Melalui Gizi, Sport Diet dan Anti-Doping Jadi Fokus Utama

Ketua Umum PERSAGI Doddy Izwardy, menjelaskan, kerja sama tersebut menjadi solusi bagi lulusan baru agar tidak hanya bergantung pada rekrutmen ASN maupun PPPK.

"Saat ini menjadi ASN maupun PPPK tidak mudah. Karena itu kami sudah melakukan MoU dengan Kementerian UMKM melalui Deputi Kewirausahaan agar lulusan gizi bisa masuk ke bidang food service maupun produk pangan. Kami ingin sejak masih fresh graduate mereka memiliki inovasi dan mampu mandiri," ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi bersama para dosen diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang dapat dikembangkan menjadi usaha di bidang gizi dan pangan.

Selain mendorong kewirausahaan, PERSAGI juga menyoroti masih minimnya jumlah tenaga nutrisionis dan dietisien di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan besar dalam mendukung berbagai program nasional, termasuk penyelenggaraan makanan bergizi.

"Lulusan profesi nutrisionis dan dietisien masih sangat kurang di Indonesia. Ketika ada kebutuhan tenaga pengawas gizi dalam jumlah besar, kami masih kesulitan memenuhinya," katanya.

Ia menjelaskan, satuan penyelenggara makanan berskala besar idealnya memiliki lebih dari satu tenaga ahli gizi agar kualitas layanan tetap terjaga.

Ketua Asosiasi Nutrisionis Indonesia, Taufik Marisma, mengatakan organisasinya berfokus meningkatkan kapasitas dan kompetensi para nutrisionis, khususnya yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Tujuh Kepala SPPG Klarifikasi Dugaan Pengurasan Dana MBG, Sebut Sudah Lapor ke BGN

"Kami ingin kompetensi nutrisionis di seluruh daerah memiliki standar yang sama sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal," kata Taufik.

Di sisi lain, Ketua ISNA (Indonesia Sport Nutritionist Association), Mirza Hapsari menyampaikan bahwa organisasinya terus memperkuat kompetensi dietisien agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin berkembang.

"Kami menyiapkan dietisien agar mampu mengakselerasi penerapan regulasi dan meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini," ujar Mirza.

Dalam kesempatan tersebut, PERSAGI juga menyatakan kesiapan mendukung pemerintah dalam penyediaan makanan bergizi bagi atlet muda di berbagai daerah.

Baca Juga: Peduli Marbot Masjid, Legislator PDIP Bagikan MBG di Malam Takbiran

Menurut Mirza, perhatian khusus perlu diberikan kepada sekolah olahraga yang tidak menggunakan sistem asrama karena kebutuhan makan para atlet belum sepenuhnya terjamin.

"Prioritas kami adalah sekolah olahraga yang tidak berasrama karena kebutuhan makan mereka belum seluruhnya terpenuhi seperti di sekolah berasrama," jelasnya.

PERSAGI juga membuka peluang bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung program Sekolah Rakyat, terutama terkait penyediaan makanan bergizi dan pendampingan tenaga ahli gizi.

"Kami sangat terbuka apabila pemerintah ingin bersinergi dengan PERSAGI dalam mendukung Sekolah Rakyat. Tujuan kita sama, yaitu membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas," pungkasnya.

Editor : Redaksi