HUT RI ke-81, Ekonomi Majalengka Tumbuh 6,86 Persen, Surplus Beras Capai 122.421 Ton

Bupati Eman saat memberikan penghargaan disela-sela peringatan HUT RI ke-81
Bupati Eman saat memberikan penghargaan disela-sela peringatan HUT RI ke-81

MAJALENGKA – Kabupaten Majalengka mencatat sejumlah capaian di sektor ekonomi dan ketahanan pangan. Laju pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 6,86 persen pada 2025, sementara surplus beras hingga Juli 2026 mencapai 122.421 ton.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Majalengka Eman Suherman dalam amanat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapang GGM Majalengka, Senin (17/8).

Baca Juga: HUT RI ke-81, BKKBN Jatim Pastikan MBG untuk 3B Tepat Sasaran

Eman mengatakan pertumbuhan ekonomi Majalengka meningkat dari 6,38 persen menjadi 6,86 persen pada 2025. Angka tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Jawa Barat.

Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Majalengka turun menjadi 3,62 persen. Angka kemiskinan juga menurun menjadi 10,31 persen.

Menurut Eman, capaian tersebut menjadi bagian dari hasil pembangunan yang harus terus dikawal agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat.

“Semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui upacara dan perayaan, tetapi harus diterjemahkan dalam bentuk kerja keras, gotong royong, peningkatan pelayanan publik dan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Eman.

Pada sektor ketahanan pangan, hingga Juli 2026 Majalengka mencatat surplus beras sebesar 122.421 ton. Kebutuhan beras tercatat 171.666 ton, sedangkan ketersediaannya mencapai 294.086 ton.

Surplus juga terjadi pada komoditas jagung. Ketersediaan jagung mencapai 33.920 ton dengan kebutuhan 29.157 ton, sehingga terdapat surplus 13.755 ton.

Pemerintah daerah juga mencatat penyerapan pupuk subsidi Urea telah mencapai 55,36 persen atau 20.153 ton dari alokasi 36.400 ton.

Baca Juga: HUT RI ke-81, Bupati Eman Paparkan Capaian Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur Majalengka

Sementara pupuk NPK terserap 60,01 persen atau 17.110 ton dari alokasi 28.514 ton. Pemerintah memastikan ketersediaan stok pupuk masih aman hingga Desember.

Dukungan terhadap sektor pertanian juga dilakukan melalui pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Sebanyak 119 unit irigasi perpompaan dan 37 unit irigasi perpipaan telah disalurkan.

Melalui dukungan Inpres Nomor 6 Tahun 2025 dari BBWS Cimanuk Cisanggarung, rehabilitasi jaringan irigasi pada 2026 mencakup 12 daerah irigasi seluas 556 hektare dengan nilai Rp2,6 miliar.

Selain itu, pemerintah membangun 27 titik sumur JIAT dengan nilai Rp48,6 miliar.

Dedi (40), warga Majalengka, berharap pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada angka statistik, tetapi berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Lanud SKI Laksanakan AKRS di Tiga Lokasi

“Pertumbuhan ekonomi bagus, tetapi yang paling penting masyarakat kecil ikut merasakan dampaknya. Lapangan pekerjaan semakin banyak dan pendapatan masyarakat meningkat,” tuturnya.

Eman mengatakan capaian ekonomi dan ketahanan pangan merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, petani, serta masyarakat.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kata dia, harus menjadi energi baru untuk melanjutkan pembangunan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

“Dengan semangat kemerdekaan dan gotong royong, kita terus bergerak menuju Majalengka Langkung Sae,” ujarnya.

Editor : Redaksi