MAJALENGKA – Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan mendorong mahasiswa Universitas Majalengka (UNMA) mengambil peran dalam mengawal sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Dena menyampaikan hal itu saat menjadi keynote speaker dalam Diskusi Publik “Bincang Ekonomi” bertema “Mahasiswa dalam Bingkai Ekonomi Nasional” di Auditorium Universitas Majalengka, Jumat (14/8).
Baca Juga: BNN RI Ingatkan Ancaman Narkoba Mengintai di Balik Pesatnya Pembangunan Majalengka
Menurut Dena, kondisi perekonomian Majalengka menunjukkan tren positif. Pada 2025, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Majalengka mencapai 6,86 persen dan menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Barat.
“Lompatan ekonomi Majalengka telah terlihat konsisten. Potensi daerah terus berkembang dan ini harus menjadi peluang bagi generasi muda, khususnya mahasiswa,” ujar Dena.
Ia menjelaskan, struktur perekonomian Majalengka saat ini masih ditopang sejumlah sektor utama. Industri pengolahan memberikan kontribusi 26,98 persen, disusul pertanian 18,05 persen, perdagangan 12,80 persen dan konstruksi 11,21 persen.
Sejumlah indikator makro juga menunjukkan perkembangan positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Majalengka pada 2025 mencapai 72,37 poin. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,62 persen dan persentase penduduk miskin berada di angka 10,31 persen.
Dena mengatakan penurunan angka pengangguran tidak terlepas dari program peningkatan keterampilan, penguatan kewirausahaan muda, pengembangan UMKM serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai perkembangan ekonomi tersebut harus dibaca mahasiswa sebagai peluang, bukan hanya sebagai data statistik.
Baca Juga: BNN RI dan Pemkab Majalengka Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Gelap Narkoba
“Mahasiswa jangan hanya menjadi pencari kerja. Mereka harus mulai disiapkan menjadi pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan dan inovasi,” katanya.
Dena juga mendorong generasi muda mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Digitalisasi dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat rantai pasok sektor pertanian, perdagangan dan UMKM.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Majalengka, H. Ida Heriyani, menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, mahasiswa dapat berperan sebagai agen inovasi, penggerak kewirausahaan muda serta pengawal pembangunan melalui kontrol sosial yang konstruktif.
Baca Juga: Wabup Majalengka Hadiri Pengukuhan Rektor Baru Unma, Dorong Kepemimpinan Berintegritas dan Kolaborat
“Mahasiswa harus mampu membaca perkembangan ekonomi, memahami dampaknya, kemudian mengambil tindakan yang tepat. Jangan hanya menjadi penonton pembangunan,” ungkapnya.
Diskusi yang diikuti sekitar 100 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNMA tersebut juga menghadirkan akademisi sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Yogi Ginanjar serta alumni Fakultas Ekonomi dan aktivis Kenny Hilman Seminck.
Pembahasan mencakup kondisi ekonomi Majalengka, peluang kerja, kewirausahaan, perkembangan kawasan industri hingga tantangan pembangunan daerah.
Editor : Redaksi