MAJALENGKA – Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan mendorong mahasiswa tidak berhenti pada orientasi mencari pekerjaan setelah lulus. Ia ingin mahasiswa mulai membangun kemampuan menjadi pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan dan inovasi.
Pesan tersebut disampaikan Dena dalam Diskusi Publik “Bincang Ekonomi” bertema “Mahasiswa dalam Bingkai Ekonomi Nasional” di Auditorium Universitas Majalengka.
Baca Juga: Ekonomi Majalengka Tumbuh 6,86 Persen, Wabup Dena Dorong Mahasiswa Ambil Peluang
“Mahasiswa jangan hanya menjadi pencari kerja. Mereka harus mulai disiapkan menjadi pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan dan inovasi,” kata Dena.
Menurutnya, peluang ekonomi di Majalengka semakin terbuka seiring perkembangan kawasan industri dan transformasi ekonomi daerah. Kondisi tersebut perlu direspons generasi muda dengan kemampuan membaca peluang serta memanfaatkan teknologi.
Dena juga mendorong mahasiswa terlibat dalam pengembangan ekonomi lokal melalui digitalisasi. Sektor pertanian, perdagangan dan UMKM, menurutnya, memiliki ruang besar untuk dikembangkan melalui teknologi sekaligus diperkuat dari sisi rantai pasok.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Majalengka, Ida Heriyani, mengatakan mahasiswa memiliki peran sebagai agen inovasi dan penggerak kewirausahaan muda.
“Mahasiswa harus mampu membaca perkembangan ekonomi, memahami dampaknya, kemudian mengambil tindakan yang tepat. Jangan hanya menjadi penonton pembangunan,” ungkapnya.
Dari kalangan akademisi, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi UNMA Yogi Ginanjar mengingatkan bahwa literasi ekonomi tidak cukup dibangun melalui teori di ruang kelas.
Menurutnya, aktivitas sehari-hari mahasiswa juga memiliki kaitan dengan perekonomian. Membeli produk UMKM, menggunakan QRIS, berbelanja daring hingga mencari kesempatan magang merupakan bagian dari aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Groundbreaking Jembatan Garuda TNI di Lemahsugih, Akses Warga Segera Dipulihkan
“Literasi ekonomi bukan sekadar menghafal teori. Ada tiga hal penting, yaitu membaca, memahami, dan bertindak,” jelas Yogi.
Ia mengatakan pemahaman ekonomi yang baik dapat membantu mahasiswa tidak mudah panik menghadapi isu ekonomi, mengikuti tren secara berlebihan atau FOMO. Sebaliknya, mahasiswa diharapkan mampu membaca perubahan pasar dan menemukan peluang usaha yang muncul dari perkembangan teknologi digital.
Sementara itu, alumni Fakultas Ekonomi sekaligus aktivis Kenny Hilman Seminck menyoroti perubahan struktur ekonomi Majalengka yang semakin berkembang dari daerah berbasis agraris menuju kawasan industri.
Menurut Kenny, posisi Majalengka dalam kawasan Rebana Metropolitan membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi baru.
Baca Juga: Wabup Tekankan Peran Strategis ICMI, Dorong Kolaborasi untuk Majalengka Langkung Sae
Ia mendorong mahasiswa lebih responsif terhadap perkembangan kawasan industri, peluang usaha, teknologi kecerdasan buatan (AI), serta berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan UMKM dan ketenagakerjaan.
Salah seorang mahasiswa FEB UNMA, Anisa, menilai diskusi tersebut memberikan wawasan baru mengenai hubungan aktivitas ekonomi sehari-hari dengan kondisi ekonomi daerah.
“Diskusi ini sangat menarik karena kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga mengetahui bagaimana kondisi ekonomi Majalengka dan peluang yang bisa dimanfaatkan mahasiswa,” katanya.
Diskusi publik yang diikuti sekitar 100 mahasiswa tersebut berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Sejumlah isu yang dibahas antara lain kewirausahaan, digitalisasi ekonomi, inflasi, peluang kerja dan tantangan pembangunan daerah.
Editor : Redaksi