PEMALANG - Pemandangan jalan protokol dan lampu merah di beberapa sudut Kota Pemalang belakangan ini kian memprihatinkan. Fenomena pengemis dan pengamen jalanan yang membawa anak balita hingga bayi semakin marak dijumpai.
Guna mengantisipasi eksploitasi anak dan menjaga ketertiban umum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pemalang menggelar operasi simpatik dan memberikan pengarahan langsung di lapangan.
Baca juga: Satpol PP Pemalang Berikan Teguran Keras kepada Rumah Makan atas Pencemaran Limbah Cair
Sejak pagi hari, petugas menyisir sejumlah titik rawan yang kerap dijadikan lokasi mangkal. Tidak sedikit dari para penyandang masalah kesejahteraan sosial ini yang memanfaatkan kehadiran anak kecil untuk memancing rasa iba para pengguna jalan.
Langkah ini dinilai membahayakan keselamatan, baik bagi sang anak maupun pengendara yang melintas. Kepala Satpol PP Pemalang, Achmad Hidayat, menyatakan bahwa tindakan kali ini mengedepankan pendekatan humanis. Petugas sengaja tidak langsung melakukan penertiban paksa, melainkan mengajak mereka berdialog.
Para orang tua diberikan edukasi mengenai hak-hak anak, bahaya jalanan, serta aturan hukum terkait larangan mengemis dengan menggunakan anak.
Baca juga: Pantai Widuri Jadi Sekolah Kedua, Puluhan Siswa Kedapatan Membolos Saat Pelajaran Berlangsung
"Kami fokus pada pembinaan. Kami beri pengarahan bahwa jalanan bukan tempat bermain atau mencari nafkah bagi anak-anak. Mereka punya hak untuk belajar dan hidup layak," ujar Hidayat saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (16/7).
Setelah diberikan pengarahan dan pendataan, mereka yang terjaring diarahkan untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Satpol PP juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat agar para keluarga ini dapat masuk ke dalam program pemberdayaan ekonomi atau pelatihan keterampilan sehingga mereka tidak perlu kembali turun ke jalan.
Baca juga: Kedapatan Nongkrong di Warung Saat Jam Sekolah, 9 Pelajar Diganjar Pembinaan
Terpisah, seorang pengendara yang melintas dari arah Kota Pemalang menuju Comal, Sono (45), mengaku prihatin dengan adanya pengamen di perempatan traffic light Gandulan yang membawa anak balita.
"Jalur perempatan traffic light Gandulan merupakan jalur cepat dan dilalui kendaraan besar. Saya prihatin dan ngeri karena hanya berjarak beberapa meter dari tepi jalan ada anak balita bermain, sementara orang tuanya atau entah bukan orang tuanya melakukan aktivitas mengamen. Andaikan balita itu berlari ke jalan, bagaimana?" ungkapnya dengan nada prihatin.
Editor : Redaksi