PEMALANG - Hari pertama masuk sekolah biasanya diwarnai tangisan riuh anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tidak mau ditinggal orang tuanya.
Namun, pemandangan berbeda dan menggelitik justru terjadi di salah satu PAUD di Desa Penusupan, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada pagi tadi.
Baca Juga: Disdik Majalengka Dukung Penuh Inovasi Bunda PAUD, 28 Ribu Anak Terlayani PAUD Tahun Ini
Bukannya menangis atau sibuk mencari tempat duduk, seorang murid baru bernama Zelyn Kenysa Flamboyan (3,5) justru sibuk bergaya di depan kamera.
Saat guru barunya membagikan buku gambar dan krayon untuk memulai aktivitas, Flamboyan, panggilan akrab anak tersebut, justru menghampiri orang tuanya dengan percaya diri. Sambil memegang ujung baju sang guru, ia berkata,
"Bunda jangan belajar dulu, ayo kita selfie!"
Aksi polos generasi Alpha ini sontak membuat seisi kelas, termasuk para orang tua yang mengintip dari balik jendela, tertawa lepas.
Flamboyan yang mengenakan seragam kebesaran dan tas ransel bergambar karakter kartun kesukaannya tampak sama sekali tidak canggung. Ia bahkan sudah menyiapkan pose andalannya, yaitu dua jari membentuk simbol peace di dekat pipi.
Baca Juga: Empat Program Inovatif Wujudkan Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas dan Inklusif
Citra (30), ibu sang anak, mengaku terkejut sekaligus terhibur dengan rasa percaya diri putrinya tersebut.
Menurutnya, ini adalah kali pertama Flamboyan masuk PAUD. Bukannya langsung belajar, sang anak justru mengajaknya berswafoto pada menit-menit pertama kegiatan sekolah dimulai.
Menanggapi permintaan unik tersebut, Citra akhirnya menuruti keinginan Flamboyan sebagai cara agar sang anak merasa nyaman dan tidak takut berada di lingkungan baru.
Baca Juga: Hari Pertama MPLS Pemkot Surabaya Terapkan Transisi PAUD ke SD Menyenangkan
"Zaman sekarang anak-anak memang sudah sangat akrab dengan gawai. Ini unik sekali. Biasanya hari pertama itu penuh drama air mata, tapi Flamboyan malah membuat kami semua tertawa," tuturnya.
Akhirnya, selfie bersama satu kelas PAUD pun dilakukan sebelum kegiatan belajar dimulai. Setelah hasil fotonya diperlihatkan, barulah Flamboyan mau duduk tenang dan mengikuti kegiatan mewarnai dengan ceria.
Kisah menggelitik dari Flamboyan ini menjadi bukti bahwa pendekatan yang ramah dan mengikuti dunia anak dapat menjadi kunci mencairkan suasana pada hari pertama sekolah.
Editor : Redaksi