Kanwil Kemenag Jabar Temukan Data BMN Belum Tertib, Aset Rusak Masih Tercatat Baik

Reporter : M. Farhan
Pembinaan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Angkatan IV di Delaga Biru Hotel, Pacet

CIANJUR – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat masih menemukan berbagai persoalan dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di sejumlah satuan kerja madrasah. Salah satunya, aset yang sudah rusak berat masih tercatat dalam kondisi baik.

Temuan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat saat Pembinaan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Angkatan IV di Delaga Biru Hotel, Pacet, Kabupaten Cianjur, Jum'at (24/7).

Baca juga: Plt. Kabag TU Minta Kepala Madrasah Dukung Percepatan Penataan BMN

Selain aset rusak yang belum diperbarui datanya, ia juga mengungkap masih terdapat barang yang sudah tidak ditemukan namun tetap tercatat dalam aplikasi, serta dokumen aset negara yang belum ditata sesuai ketentuan.

"Ketika barang yang sebenarnya sudah rusak atau tidak ada masih tercatat dalam kondisi baik, tentu akan menyulitkan saat satuan kerja mengusulkan kebutuhan baru. Karena itu, penataan BMN harus dimulai dari data yang benar dan sesuai kondisi di lapangan," ujarnya.

Baca juga: Optimalkan Kehumasan Lewat Digitalisasi Kanwil Kemenag Jabar Gandeng Unpad

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menghambat proses pengadaan sarana dan prasarana baru karena data kebutuhan yang dimiliki pemerintah tidak lagi mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Sementara itu, Ketua Tim Peningkatan Kualitas Pelayanan Umum Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Haidar Yamin Mustafa, mengatakan pembinaan tersebut menjadi momentum bagi seluruh satuan kerja untuk menuntaskan berbagai persoalan pengelolaan aset yang selama ini tertunda.

Baca juga: Kemenag Jabar Siapkan 208 Masjid Ramah Pemudik

"Kalau tidak dari sekarang, mau kapan lagi. Kalau tidak oleh kita, mau siapa lagi. Data yang telah dihimpun merupakan kondisi riil di lapangan dan harus segera ditindaklanjuti sebagai dasar penataan BMN di masing-masing satuan kerja," katanya.

Pembinaan BMN Angkatan IV menjadi penutup rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam empat angkatan dan diikuti oleh 157 satuan kerja madrasah negeri di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Melalui kegiatan tersebut, seluruh satuan kerja didorong segera menuntaskan inventarisasi, validasi data, hingga penghapusan aset agar pengelolaan BMN semakin tertib dan akuntabel.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru