‎Buleks Kawal PIP 2026, 486 Pelajar dari Keluarga Kurang Mampu Terima Bantuan

Reporter : Aldi Fakhrudin
Sosialisasi penyaluran bantuan PIP

‎SURABAYA – Sebanyak 486 pelajar dari keluarga kurang mampu di Kota Surabaya menerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) 2026. Penyaluran bantuan pendidikan tersebut dikawal Ketua Fraksi PDIP-PAN DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono alias Buleks.

‎Program tersebut merupakan hasil jaring aspirasi anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno. Dari total 486 penerima, sebanyak 242 pelajar berasal dari Kecamatan Tegalsari dan 244 pelajar dari Kecamatan Krembangan.

Baca juga: Buleks Apresiasi Kehadiran Aparatur di Tengah Semarak HUT ke-81 RI di Bubutan

‎Sosialisasi penyaluran PIP di Kecamatan Tegalsari digelar bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Tegalsari yang dipimpin Tri Wuryani.

‎Sementara itu, sosialisasi di Kecamatan Krembangan dilaksanakan bersama PAC PDI Perjuangan Kecamatan Krembangan yang dipimpin Hariaji. Kegiatan tersebut turut dihadiri Aliyudin dari DPC PDI Perjuangan Surabaya serta Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.

‎Buleks mengatakan, penyaluran PIP diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para penerima manfaat.

‎“Untuk warga Krembangan, kami juga memastikan program ini bisa diterima dengan baik. Harapannya bantuan ini benar-benar membantu kebutuhan sekolah anak dan memberi semangat kepada mereka untuk terus belajar,” kata Buleks, Senin (31/8).

‎Menurutnya, keterlibatan PAC dan DPC PDI Perjuangan dalam sosialisasi diperlukan agar orang tua penerima memahami mekanisme pencairan sekaligus penggunaan dana PIP. Ia mengingatkan agar bantuan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

‎Buleks menjelaskan, calon penerima PIP didata oleh kader PDI Perjuangan mulai dari tingkat ranting hingga anak ranting. Data pelajar dari keluarga kurang mampu kemudian dihimpun dan diverifikasi sebelum diusulkan secara berjenjang melalui DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya kepada Puti Guntur Soekarno.

‎“Mbak Puti memperjuangkannya di Komisi X DPR RI. Saya bersama teman-teman DPRD dan PAC memastikan sampai ke rumah-rumah warga. Ini kerja kerakyatan yang nyata dan tidak ada satu rupiah pun dipungut dari penerima,” tegasnya.

‎Anggota Komisi B DPRD Surabaya itu meminta orang tua menggunakan dana PIP untuk kebutuhan pendidikan anak, seperti seragam, alat tulis, buku, hingga biaya transportasi ke sekolah.

‎Ia juga meminta penerima yang mengalami kendala dalam proses pencairan segera berkoordinasi dengan kader PAC setempat agar dapat memperoleh pendampingan.

Baca juga: Ratusan Warga Jepara Antusias Ikuti Jalan Sehat Bersama Buleks ‎

‎“Jangan sampai ada anak Tegalsari putus sekolah hanya karena persoalan biaya. Kalau ada kesulitan di bank atau berkas kurang, sampaikan ke kader kami. Pasti kami dampingi sampai tuntas,” ujarnya.

‎Buleks menilai, Kecamatan Tegalsari yang merupakan salah satu kawasan padat penduduk di pusat Kota Surabaya masih memiliki keluarga yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

‎Karena itu, pendataan calon penerima untuk usulan PIP tahun berikutnya akan terus dilakukan sepanjang tahun.

‎“Perintah Mbak Puti dan partai jelas, pendidikan anak-anak dari keluarga wong cilik harus dikawal. Itu yang kami kerjakan di Tegalsari,” katanya.

‎Sementara itu, materi sosialisasi dan penjelasan teknis terkait PIP disampaikan Moch. Fauzan Mukadar, Wakil Ketua Bidang Pemerintahan, Otonomi Daerah, Kebijakan Publik dan Reformasi DPC PDI Perjuangan Surabaya.

‎Ia menjelaskan tahapan pencairan, dokumen yang harus dibawa ke bank penyalur, jadwal pencairan, serta ketentuan penggunaan dana PIP kepada para penerima dan orang tua.

Baca juga: Buleks Ajak Warga Surabaya Kobarkan Semangat Perjuangan di Bulan Bung Karno ‎

‎Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi keterlibatan Buleks bersama struktur PDI Perjuangan dalam membantu memastikan program pemerintah pusat dapat diterima masyarakat yang berhak.

‎Selain Armuji, kegiatan tersebut dihadiri Fauzan Mukadar, Tri Wuryani, serta orang tua dan wali murid penerima manfaat.

‎Penyaluran PIP melalui jaring aspirasi Puti Guntur Soekarno di Surabaya dan Sidoarjo dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari kerja legislatifnya di Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan.

‎PIP merupakan program bantuan pendidikan dari pemerintah pusat yang ditujukan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mencegah terjadinya putus sekolah.

‎Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan simbolis bukti penerima PIP oleh Budi Leksono bersama Armuji kepada perwakilan orang tua siswa.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru