547 Regu Berebut Tiket Final, Kemenag Jatim Dorong Siswa Madrasah Kuasai Bahasa Inggris

Reporter : Ika chairani
East Java Mini Drama Competition

SIDOARJO - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Ahmad Sruji Bahtiar, meninjau pelaksanaan Final Mini Drama Competition jenjang MI, MTs, dan MA tingkat Provinsi Jawa Timur di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim, Selasa (1/9). Kompetisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian EXPO Madrasah Jawa Timur 2026.

Mengusung tema “Bridging Eras: Global Heritage and Green Action on Stage”, Mini Drama Competition diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik melalui seni pertunjukan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan warisan bangsa serta kepedulian terhadap lingkungan.

Baca juga: Semangat Persaudaraan, Kemenag Jatim Sambut 57 Bhikkhu dalam Rangkaian Indonesia Walk for Peace 2026

Dalam kunjungannya, Kakanwil Kemenag Jatim menyaksikan langsung penampilan para finalis dan memberikan motivasi kepada peserta. Ia mengapresiasi keberanian dan kreativitas siswa madrasah yang mampu tampil menggunakan Bahasa Inggris di atas panggung.

Menurut Kakanwil, penguasaan bahasa memiliki posisi penting dalam pengembangan kompetensi peserta didik. Kemampuan akademik dan penguasaan berbagai ilmu pengetahuan perlu diimbangi dengan kemampuan menyampaikan gagasan secara baik dan benar.

“Kalau kita mempunyai ilmu yang banyak, mempunyai kompetensi yang banyak, tetapi tidak mampu menyampaikannya dengan bahasa yang baik dan benar, maka apa yang kita sampaikan tidak akan bisa diserap oleh anak-anak,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun hubungan, memahami orang lain, dan menyampaikan ilmu pengetahuan.

Kakanwil mengingatkan peserta didik agar terus memperdalam kemampuan kebahasaan, khususnya Bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa internasional.

“Perdalam kemampuan bahasa kita. Karena siapa yang menguasai bahasa suatu kaum, maka dia akan aman dari tipu daya mereka,” tuturnya.

Pesan tersebut, lanjutnya, bukan dimaknai semata-mata dalam konteks penguasaan bahasa asing, tetapi sebagai dorongan agar peserta didik memiliki kemampuan komunikasi yang kuat sehingga mampu memahami berbagai informasi, berinteraksi dengan masyarakat global, sekaligus menyampaikan gagasan dan ilmu yang dimilikinya.

“Dengan menguasai bahasa, kita akan lebih mudah memahami orang lain dan menyampaikan apa yang kita miliki. Kuasai bahasa, maka kita akan lebih mudah menguasai lingkungan dan membangun komunikasi,” jelasnya.

Mini Drama Competition menjadi salah satu upaya Kanwil Kemenag Jatim dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan kompetensi Bahasa Inggris melalui metode yang kreatif dan menyenangkan.

Dalam kompetisi ini, peserta tidak hanya dituntut mampu menggunakan Bahasa Inggris, tetapi juga mengembangkan kemampuan berakting, ekspresi, kerja sama tim, kreativitas, serta pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dan pesan moral.

Tema umum “Bridging Eras: Global Heritage and Green Action on Stage” mengajak peserta didik menjembatani warisan budaya masa lalu dengan kehidupan modern melalui seni pertunjukan berbahasa Inggris.
Peserta juga didorong untuk mengintegrasikan pesan kepedulian dan konservasi lingkungan dalam drama yang ditampilkan.

Kompetisi diikuti peserta dari tiga jenjang. Untuk jenjang MI, tema khusus yang diangkat adalah “A Modern Story about Environmental Conservation”. Jenjang MTs mengangkat tema “Indonesian Folktale”, sedangkan jenjang MA mengangkat “International Folktale”.

Baca juga: Menag Tidak Larang Warga Sembelih Hewan Kurban

Setiap regu terdiri atas lima siswa. Setelah melalui babak penyisihan secara daring yang ketat karena diikuti 547 regu, sebanyak 10 regu dengan nilai tertinggi berhak tampil di babak final yang dilaksanakan secara luring di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Dalam penilaian, dewan juri yang mempertimbangkan empat aspek utama, yakni pemahaman drama dan kesesuaian tema, ekspresi dan penampilan, aspek kebahasaan, serta kreativitas dan unsur pendukung pementasan.

Aspek kebahasaan memperoleh bobot 30 persen, meliputi pronunciation, grammar, fluency, vocabulary, serta ketepatan dan kesesuaian penggunaan bahasa.

Kakanwil berharap kompetisi semacam ini terus dikembangkan sehingga peserta didik madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global.

“Anak-anak kita harus mempunyai banyak kompetensi. Tetapi kompetensi itu juga harus mampu dikomunikasikan dengan baik. Karena itu, kuasai bahasa, perdalam kemampuan berbahasa, dan terus berlatih,” pesannya.

Ia menilai keberanian siswa tampil di hadapan publik menggunakan Bahasa Inggris merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk kepercayaan diri, kemandirian, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan peserta didik untuk berinteraksi di tingkat yang lebih luas.

Melalui Mini Drama Competition, madrasah di Jawa Timur diharapkan semakin mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.

Baca juga: Menag Dua Hari di Jatim Tekankan Pembinaan Akhlak Generasi Bangsa

Berikut daftar juara Mini Drama Competition

Tingkat Madrasah Aliyah

Juara 1 = MAN 1 Banyuwangi
Juara 2 = MAN 1 Jember
Juara 3 = MAN Insan Cendekia Pasuruan
Juara Harapan 1 = MAN 6 Jombang
Juara Harapan 2 = MAN 1 Bojonegoro
Juara Harapan 3 = MAN 1 Lamongan

Tingkat Madrasah Tsanawiyah
Juara 1 = MTsN 1 Kota Malang
Juara 2 = MTsN 4 Tulungagung
Juara 3 = MTsN 5 Jombang
Juara Harapan 1 = MTsN 1 Sidoarjo
Juara Harapan 2 = MTsN Kota Batu
Juara Harapan 3 = MTsN 9 Kediri

Tingkat Madrasah Ibtidaiyah

Juara 1 = MI Al Azhar Bandung Tulungagung
Juara 2 = MIN 1 Kota Malang
Juara 3 = MIN 4 Madiun
Juara Harapan 1 = MIN 1 Lamongan
Juara Harapan 2 = MIN 1 Kota Madiun
Juara Harapan 3 = MIN 3 Bondowoso

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru