Direktur cDep, Waterfront City Surabaya Diharapkan Integratif dengan Kota Pahlawan

Waterfront City Surabaya diharapkan bisa integratif dengan kota Pahlawan sebagai kota jasa dan perdagangan
Waterfront City Surabaya diharapkan bisa integratif dengan kota Pahlawan sebagai kota jasa dan perdagangan

Surabaya,Tikta.id - Direktur Center Development of Economic and Politics (cDep) Mohammad Badaruddin berharap, proyek strategis nasional Waterfront land atau Waterfront City Surabaya diharapkan bisa integratif dengan kota Pahlawan sebagai kota jasa dan perdagangan.

Sehingga beber Badaruddin, bisa meningkatkan dan memberikan pelayanan terhadap fasilitas pengembangan kawasan wisata.

"Proyek ini bisa menjadi pembangunan Surabaya yang integratif sebagai Kota jasa dan pembangunan, dan meningkatkan dan memberikan pelayanan terhadap fasilitas dalam hal pengembangan kawasan wisata," kata Badaruddin, Selasa (23/4).

Sebab urai Badaruddin, beberapa destinasi wisata di Surabaya masih belum maksimal, misalnya hutan mangrove yang perkembangannya dinilai masih stagnan. Walau terdapat perkembangan tapi tidak signifikan.

"Kita tahu di kawasan Timur Surabaya kita punya hutan mangrove yang sampai sekarang terus terang masih perkembangannya itu masih stagnan. Artinya ada perkembangan tapi tidak signifikan." ujarnya.

Maka dari itu, Badaruddin menekankan, dengan Waterfront land atau Waterfront City Surabaya, dijadikan bagian dari pengelolaan kota secara integratif, estetik maupun untuk menambah pendapatan daerah.

"Itu harus dijadikan bagian dari pengelolaan kota secara integritif baik untuk secara estetik maupun untuk menambah pendapatan daerah
dan tentunya kesejahteraan masyarakat sekitar," tuturnya.

Baca Juga: Soal Proyek Water Front City Surabaya, Ini Kata PII Jatim

Editor : Redaksi