PEMALANG - Jajanan pembuka puasa atau yang biasa dikenal dengan sebutan takjil, yang paling dicari warga menjelang waktu berbuka puasa, salah satunya adalah martabak mini.
Masakan ini menjadi salah satu jajanan favorit saat buka puasa. Rasanya manis, topping-nya beragam, dan harganya pun ramah di kantong. Tidak heran jika peluang usaha martabak mini pada momen Ramadan sangat menjanjikan. Bahkan dengan modal kecil, pedagang bisa meraup cukup banyak keuntungan.
Baca Juga: MAKI Jatim Bagikan 1.000 Paket Takjil di By Pass Juanda
Menurut Saiful (45), seorang pedagang martabak mini yang mulai merintis usahanya sejak tujuh tahun lalu, usaha ini bisa dijalankan siapa saja, baik ibu rumah tangga, pelajar, maupun karyawan yang ingin menambah penghasilan.
"Hanya bermodalkan gerobak kecil atau pakai motor, makanan kecil ini bisa dipasarkan di berbagai cuaca maupun di segala lokasi, seperti sekolah SD, SMP, atau di area sekitar perumahan, apalagi pada momen Ramadan seperti ini," ujar Saiful ketika ditemui di tempat jualannya di pertigaan Jalan Tambora, Kelurahan Mulyoharjo, Pemalang, pada Kamis (12/3).
Menurut mantan pedagang martabak besar di Jakarta ini, ada beberapa alasan mengapa bisnis jualan martabak mini tak pernah sepi pembeli.
Baca Juga: Bengkel Becak Kayuh Semakin Langka di Pemalang
Yang pertama karena harganya terjangkau untuk semua kalangan, termasuk anak-anak. Mereka biasanya hanya membawa uang jajan Rp5.000–Rp15.000 per hari. Dengan harga martabak mini mulai Rp2.500–Rp5.000 per biji, jajanan ini masih cocok dengan kantong mereka.
Kemudian rasa yang bervariasi. Martabak mini memiliki banyak varian topping, mulai dari cokelat meses, keju, kacang, kismis, hingga susu kental manis. Variasi ini membuat anak-anak betah membeli lagi dan lagi.
Baca Juga: TPS Hadirkan Program “Pelindo Berbagi Ramadan, Salurkan Ratusan Paket Sembako dan Santunan
Alasan ketiga adalah mudah dibuat. Resep martabak mini cukup sederhana dan peralatan yang dibutuhkan pun tidak mahal. Bahkan satu cetakan martabak mini bisa menghasilkan 7–12 buah sekaligus.
"Alhamdulillah sejak awal puasa, gelar dagangan dari jam 16.00–19.00 WIB, saya bisa menghabiskan 6–7 kilogram tepung terigu. Kalau di pasar bahkan bisa habis sampai 10 kilogram," tambah Saiful.
Editor : Redaksi