Viral Video RPH TOW, PPSDS Jatim Ungkap Sejumlah Fasilitas Belum Optimal

Kondisi tempat pemotongan hewan di PT RPH TOW.
Kondisi tempat pemotongan hewan di PT RPH TOW.

‎SURABAYA - Viralnya video yang memperlihatkan kondisi fasilitas PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya di kawasan Tambak Osowilangun (TOW) menuai beragam respons dari berbagai pihak.‎

‎Salah satunya datang dari Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur, Muthowif. Ia mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah fasilitas yang dinilai masih perlu mendapatkan perhatian dan perbaikan.

Baca Juga: Relokasi RPH Pegirian ke TOW Ditolak, PPSDS Jatim Ungkap Masalah Teknis

‎"Semenjak perpindahan aktifitas ada beberapa peralatan hal yang harus diperbaiki," ujar Thowif, pada Minggu (7/6).‎

‎Berdasarkan hasil pemantauannya, terdapat sejumlah fasilitas yang dinilai belum berfungsi secara optimal. ‎

‎"Memang ada beberapa peralatan yang kurang sesuai dengan yang diharapkan, diantaranya, kerekan yang masih sering macet, banyak kran air gak berfungsi sebagai mana mestinya, pencahayaan di ruang Boning kurang maksimal dan kebersihan MCK sangat kotor," tuturnya.

‎Menurut Thowif, kondisi tersebut berpotensi menghambat kelancaran aktivitas pemotongan dan distribusi daging segar ke pasar tradisional.

Baca Juga: Jagal Pegirian Tagih Janji Politik, Tolak Relokasi ke Tambak Osowilangun

‎"Dengan adanya fasilitas dan peralatan kurang maksimal, saya kawatir mengganggu pasokan daging segar ke pasar tradisional," katanya.‎

‎Meski demikian, Thowif tetap mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang telah merealisasikan relokasi aktivitas PT RPH Surabaya dari Pegirian ke Tambak Osowilangun sesuai rencana yang telah disampaikan sebelumnya.‎

‎"Saya mengapresiasi komitmen pemerintah kota Surabaya, melaksanakan perpindahan aktifitas pemotongan RPH ke TOW sesuai yang dijanjikan," ungkapnya.‎

Baca Juga: Komisi B DPRD Surabaya Sidak RPH di Tambak Osowilangun Soroti Kekurangan Kandang Sapi

‎Oleh karena itu, ia berharap pemerintah kota bersama manajemen PT RPH Surabaya segera melakukan evaluasi terhadap fasilitas dan peralatan yang ada guna mendukung kelancaran operasional serta menjaga kualitas produk yang dihasilkan.‎

‎"Kami harap pemerintah kota dan pihak pengelola PT RPH melaksanakan evaluasi peralatan yang ada, agar tidak menggangu kinerja mitra dan daging tetep ASUH," tutupnya.

‎Sebagai informasi, PT RPH Surabaya mulai melaksanakan perpindahan aktivitas pemotongan ke Tambak Osowilangun pada 1 Juni 2026. Sementara operasional penuh di lokasi baru tersebut mulai berjalan pada 2 Juni 2026.

Editor : Redaksi