PEMALANG – Mangga Istana yang dibudidayakan di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tergolong mangga jenis harumanis.
Pengelola para petani diajak bekerja sama untuk mengembangkan wisata petik langsung dari pohon.
Baca Juga: Bocah 6 Tahun Dilaporkan Tenggelam di Sungai Comal Tim SAR Masih Lakukan Pencarian
Mangga yang sudah tergolong masak pohon ini bisa langsung dipetik oleh pengunjung. Tak hanya itu, keunikan mangga favorit pihak Istana Negara ini juga terletak pada cara menikmatinya.
Jika buah mangga pada umumnya dikupas kulitnya lalu dipotong daging buahnya untuk dikonsumsi, maka cara berbeda akan kita temukan ketika memakan mangga kebanggaan warga Desa Penggarit ini, yaitu cukup diputar.
Selvi (30), salah seorang penikmat mangga, menuturkan bahwa Mangga Istana tidak hanya unik dari cara menikmatinya, akan tetapi tekstur dan warna daging mangganya juga berbeda dengan mangga jenis lainnya.
Baca Juga: Pengemudi Mobil Online Pemalang Pasrah dengan Kenaikan Pertamax
"Saya suka dengan jenis mangga ini. Tidak hanya cara menikmatinya yang unik, akan tetapi warna daging buahnya kuning kemerahan serta teksturnya tidak banyak berserat. Jadi, ketika dimakan tidak terselip di sela-sela gigi," ujarnya sambil tertawa, Senin (1/6).
Untuk menikmati buah Mangga Istana, pertama-tama buah dipotong di bagian tengahnya, lalu kedua ujung mangga diputar berlawanan arah.
Baca Juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan di Pemalang Tidak Melaut
Setelah itu, tarik kedua ujung mangga dan buahnya siap dinikmati menggunakan sendok makan.
Cara makan ini bahkan sempat dicatat dalam Rekor MURI karena melibatkan lebih dari 2.000 orang, sekaligus menghabiskan tiga ton mangga dalam Festival Mangga tahun 2016 silam.
Editor : Redaksi