PEMALANG – Mangga Istana yang dibudidayakan di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tergolong mangga jenis harumanis.
Pengelola para petani diajak bekerja sama untuk mengembangkan wisata petik langsung dari pohon.
Baca Juga: Seorang Pria Terpeleset dan Tenggelam di Sungai Comal Ditemukan Tewas
Mangga yang sudah tergolong masak pohon ini bisa langsung dipetik oleh pengunjung. Tak hanya itu, keunikan mangga favorit pihak Istana Negara ini juga terletak pada cara menikmatinya.
Jika buah mangga pada umumnya dikupas kulitnya lalu dipotong daging buahnya untuk dikonsumsi, maka cara berbeda akan kita temukan ketika memakan mangga kebanggaan warga Desa Penggarit ini, yaitu cukup diputar.
Selvi (30), salah seorang penikmat mangga, menuturkan bahwa Mangga Istana tidak hanya unik dari cara menikmatinya, akan tetapi tekstur dan warna daging mangganya juga berbeda dengan mangga jenis lainnya.
Baca Juga: Jelang Pilkades Serentak 2026, Dispermades Pemalang Antisipasi Konflik dan Validitas DPT
"Saya suka dengan jenis mangga ini. Tidak hanya cara menikmatinya yang unik, akan tetapi warna daging buahnya kuning kemerahan serta teksturnya tidak banyak berserat. Jadi, ketika dimakan tidak terselip di sela-sela gigi," ujarnya sambil tertawa, Senin (1/6).
Untuk menikmati buah Mangga Istana, pertama-tama buah dipotong di bagian tengahnya, lalu kedua ujung mangga diputar berlawanan arah.
Baca Juga: Dindikpora Pemalang Perkuat Perlindungan Anak, AMKB Dorong Sekolah Makin Aman dan Bebas Bullying
Setelah itu, tarik kedua ujung mangga dan buahnya siap dinikmati menggunakan sendok makan.
Cara makan ini bahkan sempat dicatat dalam Rekor MURI karena melibatkan lebih dari 2.000 orang, sekaligus menghabiskan tiga ton mangga dalam Festival Mangga tahun 2016 silam.
Editor : Redaksi