SURABAYA - Konsolidasi PDIP di Kecamatan Rungkut menjadi momentum munculnya generasi baru “trah banteng” Surabaya yang mulai dikenalkan langsung ke akar rumput, baru-baru ini.
Ada Fauzan, putra mantan Ketua DPC PDIP Surabaya Saleh Mukadar, Sangaji, putra almarhum Adi Sutarwijono mantan Ketua DPRD Surabaya yang juga mantan Ketua DPC PDIP Surabaya.
Baca Juga: DPC PDI Perjuangan Surabaya Sembelih 14 Sapi Kurban di RPH Pegirian
Selain itu Dewa, putra almarhum Whisnu Sakti Buana yang pernah menjabat Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDIP Surabaya. Mereka hadir bersama di hadapan PAC, ranting, hingga anak ranting se-Rungkut.
Sangaji mengaku baru mulai aktif di partai setelah sang ayah meninggal dunia. “Ini mungkin langkah awal saya meneruskan perjuangan bapak,” katanya.
Sementara Fauzan mengupas pentingnya Gen Z masuk struktur partai dan mulai mengambil peran karena pemilih terbesar 2029 Gen Z dan Gen Alfa.
“Bukan cuma anak biologis, tapi juga anak ideologis,” ucap Fauzan disambut tepuk tangan kader.
Baca Juga: Perkuat Sinergisitas, PAC PDI Perjuangan Bulak Beri Sedekah Hewan Ternak ke TNI-Polri
Dewa yang dikenal santai makah bikin suasana pecah dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan penuh humor.
Meski singkat, kemunculannya langsung mencuri perhatian kader senior maupun anak muda.
Yang bikin suasana makin emosional, Anas Karno beberapa kali mengenang sosok almarhum Whisnu Sakti Buana dan Adi Sutarwijono.
Baca Juga: Musancab PDIP Surabaya Panaskan Mesin Partai, Target 15 Kursi DPRD 2029
Ia menyebut pertemuan itu bukan sekadar kumpul kader, tapi “merajut lagi benang merah” perjuangan PDIP Surabaya.
Ia juga mengingatkan kader agar tak lagi terjebak kubu-kubuan internal.
“2029 itu sebentar. Regenerasi harus disiapkan mulai sekarang. Wis enggak ono kelompok-kelompokan. Tujuannya satu, memenangkan PDIP,” tegasnya.
Editor : Redaksi